Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kapolsek Prajurit Kulon Kota Mojokerto Kompol Maryoko yang Tewas Gandir di Mata Sejawatnya: Sosok yang Agamis dan Suka Olahraga

Agung Nugroho • Selasa, 13 Agustus 2024 | 16:44 WIB

RADAR SURABAYA-Tewasnya Kapolsek Prajurit Kulon Kota Mojokerto, Kompol Maryoko, dengan cara gantung diri (gandir) menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat dekat, maupun teman sejawat.

Tewasnya Kompol Maryoko dengan cara tragis yang diduga akibat depresi korban atas penyakit hipertensi yang dideritanya ini juga membuat bingung rekan sejawat yang dulu pernah sama-sama berdinas di Polresta Sidoarjo.

Apalagi, polisi dengan pangkat melati di pundak tersebut selama ini dikenal memiliki dedikasi yang tinggi dalam bertugas.

Selain itu, Kompol Maryoko dikenal sopan, alim dan tidak neko-neko.

“Ya kami sebagai teman sangat terkejut dengan meninggalnya beliau. Orangnya juga agamis,” kata Kompol Yuyus yang dulu pernah berdinas di Polres Sidoarjo sebelum berubah menjadi Polresta Sidoarjo.

Perwira ini hanya dapat berdoa, semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisiNya.

Di matanya, semasa hidup almarhum memiliki fisik yang kuat dan senang berolahraga. “Tidak tahu ya perjalanan waktu, karena kami jarang bertemu lagi,” katanya.

Almarhum, juga termasuk polisi yang selalu siap mengemban tugas dimana dia harus berdinas.

“Di Tarik (Polsek Tarik, saat menjadi Kanit Reskrim, red) cukup lama. Di Polsek Waru, di (Polres, red) Ngawi, (Polresta, red) Mojokerto beliau juga baik-baik saja. Artinya, dedikasi beliau di dalam kedinasan tidak ada masalah,” katanya.

Seperti diberitakan, Kompol Maryoko tewas gantung diri di rumahnya di Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Minggu (11/8).

Jenazah dikebumikan hari itu juga di pemakaman umum Desa Pohkecik, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto dengan diantar kerabat, kolega dan para tetangga.

Kepada jenazah tidak dilakukan otopsi mengingat minimnya indikasi lain selain bunuh diri.

Polisi menemukan sejumlah alat bukti, diantaranya meja kecil yang disinyalir sebagai tumpuan korban naik ke tali.

Hasil pemeriksaan luar tim medis, tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan selain bekas jeratan di leher.

’’Tadi jenazah diturunkan bersama-sama dengan Tim Inafis,’’ kata Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Ipda Agung Suprihandono.

Kapolsek Prajurit Kulon tersebut diduga gantung diri akibat depresi lantaran sakit yang dideritanya sejak lama tak kunjung sembuh.

Korban diketahui sudah berupaya berobat di rumah sakit yang ada di Kota Mojokerto. Selama beberapa bulan terakhir, Maryoko kerap berobat ke rumah sakit. (nug/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#polres mojokerto #kapolsek prajurit kulon #kompol maryoko