RADAR SURABAYA-Seiring dengan tingginya minat masyarakat menggunakan bus Trans Jatim, Pemprov Jatim meluncurkan tipe terbaru angkutan masal ini.
Armada baru ini bernama Luxury Trans Jatim. Angkutan jenis eksekutif ini lebih menyasar kalangan menengah ke atas. Saat ini baru tersedia tiga armada Luxury Trans Jatim.
Armada yang baru di-launching pada Jumat (9/8) lalu berbarengan dengan pengembangan Koridor IV (rute Terminal Bunder Gresik - Pelabuhan Paciran Lamongan) ini melayani rute gemuk Sidoarjo-Surabaya-Gresik PP atau rute Koridor 1.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Nyono menyampaikan, armada kelas eksekutif ini untuk sementara hanya melayani rute Koridor I: Sidoarjo-Surabaya-Gresik PP.
Pasalnya, load factor dari koridor tersebut sudah di atas 130 persen. Karena tipe luxury, lanjut Nyono, maka tarifnya lebih mahal.
Yakni untuk rute Gresik - Surabaya Rp20.000, Surabaya - Porong Rp15.000 dan Porong - Gresik Rp30.000.
Adapun bus yang digunakan adalah bus ukuran 3/4 hingga bus besar dengan fasilitas setara bus patas ber-AC.
"Semoga masyarakat Jawa Timur yang memanfaatkan moda transportasi Bus Trans Jatim semakin senang," ungkapnya.
Nyono menambahkan, jam operasional bus Luxury Trans Jatim ini sudah diatur. "Nantinya armada akan beroperasi pada jam-jam sibuk," paparnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono menyebut transportasi darat ekskutif ini menawarkan berbagai pelayanan mewah.
Di antaranya tidak ada penumpang yang berdiri, tempat duduk yang nyaman dan tidak berdesakan.
"Hadirnya Trans Jatim Luxury ini tidak membebani anggaran daerah. Sebab, secara pengelolaan tidak menggunakan tarif subsidi tetapi tarif konvensional," paparnya saat launching bus Luxury Trans Jatim dan Koridor IV di Alun-alun Kabupaten Lamongan, Jumat (9/8).
Lebih jauh Adhy menyampaikan bahwa pengembangan Trans Jatim ini sebagai wujud nyata Pemprov Jatim dalam mengimplementasikan Nawa Bhakti Satya keempat, yakni Jatim Akses.
Terbukti, smart bus yang sudah beroperasi dua tahun ini telah dimanfaatkan 4,3 juta masyarakat di Jatim. Karena memberikan efisiensi mobilitas masyarakat.
"Hadirnya Trans Jatim Koridor I sampai IV mengurai kemacetan, mengurangi angka kecelakaan membantu masyarakat melakukan mobilitas atau bekerja, menurunkan gas emisi buang atau pemanasan global serta mengurangi volume kendaraan," ujarnya.
Ke depan, Adhy berharap hadirnya Trans Jatim mulai koridor I-IV dan Luxury Trans Jatim menyatu menjadi bagian dari sistem transportasi masal di Surabaya metropolitan yang berbasis teknologi kekinian.
Karena, nantinya akan ada moda transportasi masal lain sebagai penyempurna di Gerbangkertasusila Plus.
"Jika master plan Surabaya metropolitan sudah selesai, maka akan hadir MRT, LRT dan KRL," pungkasnya. (mus/jay)
Editor : Jay Wijayanto