Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kematian Kapolsek Prajurit Kulon Kompol Maryoko Bikin Keluarga dan Rekan Terkejut, Almarhum Polisi Karir di Polres Mojokerto

Jay Wijayanto • Senin, 12 Agustus 2024 | 21:49 WIB
Rrekan sejawat almarhum Kompol Maryoko berdatangan untuk melayat di rumah korban di Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kota Mojokerto.
Rrekan sejawat almarhum Kompol Maryoko berdatangan untuk melayat di rumah korban di Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kota Mojokerto.

RADAR SURABAYA-Kematian Kapolsek Prajurit Kulon Kompol Maryoko dengan cara bunuh diri tak hanya menyentak pihak keluarga. Namun rekan-rekan sejawat almarhum di lingkungan Polres Mojokerto Kota tak kalah kagetnya.

Meski almarhum dikenal mengidap penyakit jantung, bahkan pernah dua kali terkena serangan stroke, namun ketika ia memilih untuk meninggal dengan cara bunuh diri sungguh sangat mengejutkan.

"Memang benar almarhum sakit, tapi kami kaget meninggalnya demikian (bunuh diri)," ungkap seorang anggota kepolisian yang ditemui saat melayat ke rumah duka di Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kota Mojokerto.

Sebelum menjabat sebagai Kapolsek Prajurit Kulon sejak September 2023, Kompol Maryoko pernah menjabat beberapa posisi strategis di kepolisian.

Antara lain ia pernah menjabat sebagai Kabagops Polres Mojokerto.

Kemudian, ia juga pernah menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota saat masih berpangkat AKP pada 2014.

Sesuai laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tertanggal 15 Januari 2024, almarhum Kompol Maryono memiliki harta senilai Rp 1,7 miliar.

Harta itu dengan rincian tanah dan bangunan senilai Rp 1,4 miliar. Yang terdiri dari tanah dan bangunan seluas 200 m2/180 m2 di Mojokerto dari hasil sendiri Rp 750.000.000, serta tanah dan bangunan seluas 90 m2/20 m2 senilai Rp 650.000.000.

Kemudian, ia juga melaporkan memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 250.000.000, mobil Toyota minibus 2019 Rp 250.000.000, dan harta bergerak lainnya senilai Rp 8.000.000 dan kas dan setara kas Rp 65.000.000.

Kompol Maryoko ditemukan meninggal gantung diri oleh keluarganya sekitar pukul 14.30. Sebelumnya ia memang sering curhat soal sakit yang diderita. Kompol Maryoko mengaku dadanya sering sakit.

“’Beberapa kali ketemu. Katanya dadanya sesak,’’ kata seorang anggota polisi kepada Radar Mojokerto.

Editor : Jay Wijayanto
#polres mojokerto kota #Bunuh Diri #Polsek Prajurit Kulon #kompol maryoko