Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Aplikasi e-Detik, Inovasi Pemprov Jatim Dalam Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Mus Purmadani • Jumat, 9 Agustus 2024 | 19:51 WIB

 

RAKORKESDA: P) Gubernur Jatim, Adhy Karyono menjelaskan mengenai aplikasi e-Detik di sela Rakorkesda di Hotel Novotel Samator, Kamis (8/8). (ANDY S/RADAR SURABAYA)
RAKORKESDA: P) Gubernur Jatim, Adhy Karyono menjelaskan mengenai aplikasi e-Detik di sela Rakorkesda di Hotel Novotel Samator, Kamis (8/8). (ANDY S/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Jawa Timur terus membuat inovasi-inovasi baru di bidang pelayanan kesehatan.

Kali ini inovasi paling baru yang diciptakan, dikhususkan untuk ibu hamil. Namanya aplikasi e-Detik.

Aplikasi ini diluncurkan secara resmi oleh Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, Kamis (8/8) sore.

Aplikasi e-Detik ini menjadi salah satu inovasi terbaru dalam upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Jawa Timur.

Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono mengatakan, aplikasi e-Detik dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, dalam memantau perkembangan kondisi kehamilannya, terutama bagi mereka yang masuk dalam kategori risiko tinggi.

“Dengan menggunakan aplikasi ini, ibu hamil dapat secara mandiri mengetahui kondisi kesehatannya setiap minggu, tanpa harus sering bolak-balik ke fasilitas kesehatan,” ungkap Erwin dalam keterangannya, Jumat (9/8) .

Sebagai tahap awal, aplikasi e-Detik telah diimplementasikan di Kabupaten Sidoarjo.

Hasil pemantauan pada minggu ke-3 kehamilan menunjukkan adanya peningkatan deteksi dini kasus kehamilan risiko tinggi.

“Sebanyak 22 persen ibu hamil yang menggunakan aplikasi ini terdeteksi memiliki kondisi kehamilan yang berisiko, dengan faktor risiko terbanyak adalah perasaan cemas dan sering pusing,” ujarnya.

Temuan ini menunjukkan bahwa aplikasi e-Detik efektif dalam mengidentifikasi ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus.

Dengan deteksi dini, tindakan pencegahan dan penanganan yang tepat dapat segera dilakukan, sehingga risiko terjadinya komplikasi kehamilan dapat diminimalisir.

Mekanisme Kerja Aplikasi e-Detik
Erwin menjelaskan, aplikasi e-Detik bekerja dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan kepada pengguna terkait kondisi kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian diolah oleh sistem untuk menghasilkan penilaian risiko kehamilan.

“Hasil penilaian akan ditampilkan dalam bentuk yang mudah dipahami oleh pengguna, lengkap dengan rekomendasi tindakan yang perlu dilakukan,” ujarnya.

Baca Juga: Bengkel dan Warung di Gebang Lor, Surabaya, Terbakar, Empat Motor Hangus

Melihat hasil yang positif dari implementasi di Sidoarjo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana untuk memperluas penggunaan aplikasi e-Detik ke seluruh wilayah di Jawa Timur.

Diharapkan dengan demikian, cakupan pemantauan kehamilan risiko tinggi dapat ditingkatkan, sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan secara signifikan.

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kehamilan risiko tinggi #kadinkes jatim #Angka kematian ibu dan bayi #Adhy Karyono #fasilitas kesehatan #pj gubernur jatim #Erwin Astha Triyono #ibu hamil #Aplikasi e Detik #deteksi dini