RADAR SURABAYA-Seorang guru ngaji di Kraksaan, Probolinggo, yang diduga telah melakukan rudapaksa terhadap santrinya sebut saja Bunga, 9, kini diburu polisi.
Terduga Sul, kabur dari rumahnya dan menjadi buruan polisi bersama perangkat desa setelah orang tua korban resmi mengadukan kasus tersebut ke kepolisian.
Kini, Unit Perlindungan Perempuan dan nak (PPA) Satreskrim Polres Probolinggo masih terus menghimpun informasi mengenai keberadaan terduga pelaku rudapaksa terhadap santrinya itu.
Petugas Unit PPA sudah meminta keterangan korban, orang tua dan keluarganya yang lain, termasuk warga serta perangkat desa terkait keberadaan terduga pelaku yang tinggal di Desa Asembagus, Kraksaan, Probolinggo tersebut.
Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil, sehingga keberadaan terduga masih belum ditemukan. “Terduga pelaku belum ditangkap, masih kami cari,” kata Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Putra Adi Fajar Winarsa saat dikonfirmasi.
Hingga saat ini polisi sudah meminta keterangan kepada 5 orang saksi dalam kasus ini. “Terduga pelaku kabur setelah ada laporan,” singkatnya.
Perangkat desa pun telah berupaya mencari kebenaran laporan tersebut dengan mendatangi rumah terduga.
Namun, perangkat desa sempat melihat terduga pelaku ada dimusholla, tetapi begitu didatangi, pria tersebut melarikan diri. (ar/fun/rbm/jpc/nug)
Editor : Jay Wijayanto