Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Masyarakat Harus Waspada! Gunung Semeru Kembali Erupsi dengan Amplitudo Maksimum. Ini Imbauan PVMBG

Agung Nugroho • Rabu, 7 Agustus 2024 | 15:58 WIB
Kondisi Gunung Semeru di Jawa Timur, Selasa (6/8) pagi.
Kondisi Gunung Semeru di Jawa Timur, Selasa (6/8) pagi.

RADAR SURABAYA-Gunung Semeru kembali mengalami erupsi, Rabu (7/8) dini hari, dengan amplitudo maksimum 22 milimeter.

Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Ghufron Alwi, erupsi Gunung Semeru berdurasi 102 detik.

"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm pada pukul 01.51 WIB," kata Ghufron dikutip dari Antara, Rabu (7/8).

Menurut Gufron, tinggi kolom erupsi Gunung Semeru tersebut tidak teramati dari pos pengamatan, begitu pun dengan dua erupsi sebelumnya.

Menurutnya, erupsi gunung yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, ini sudah untuk yang kelima kalinya sejak Selasa (6/8) pagi pukul 07:37 WIB.

Pagi itu, petugas pos pengamatan mendapati tinggi kolom letusan Gunung Semeru berjarak lebih kurang 500 meter di atas puncak, atau 4.176 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat daya.

Kini Gunung Semeru berstatus Waspada atau Level II, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi.

Beberapa rekomendasi ini penting bagi masyarakat demi keamanan. Beberapa rekomendasi itu, diantaranya:

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.

Hal ini karena dikhawatirkan berpotensi terjadinya perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru. Hal ini karena dikhawatirkan rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Masyarakat juga perlu waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Termasuk perlu diwaspadai potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (ant/nug)

Editor : Jay Wijayanto
#Amplitudo #erupsi #pvmbg #gunung semeru