Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bahtsul Masail di Konferwil NU Tebuireng Bahas Judi Online hingga Uang Crypto

Jay Wijayanto • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 20:24 WIB
Suasana sidang pleno penyampaian LPJ PWNU Jatim di Konferwil NU Jatim ke-18.
Suasana sidang pleno penyampaian LPJ PWNU Jatim di Konferwil NU Jatim ke-18.

RADAR SURABAYA - Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-XVIII Nahdlatul Ulama (NU) resmi dibuka di Pondok Pesanten (Ponpes) Tebuireng, Jombang, selama tiga hari mulai Jumat (2/8) hingga Minggu (4/8). 

Sebanyak 45 PCNU dan seluruh pondok pesantren di Jawa Timur hadir dalam perhelatan besar tersebut.

Pj Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz mengatakan bahwa konferwil ini bertujuan untuk konsolidasi, koordinasi dan silaturahmi seluruh masyarakat NU yang ada di Jatim.

"Jadi, nantinya akan ada beberapa program rencana kerja di tahun depan yang akan dibahas bersama. Juga terkait kebijakan yang ada di PBNU bakal diadopsi oleh PWNU, kemudian kita sampaikan untuk menjadi programnya," jelasnya.

Kiai yang akrab disapa Gus Kikin ini mengatakan, banyak perwakilan pondok pesantren di seluruh Jatim yang hadir dalam acara tersebut.

"Kita sengaja tidak mengundang partai politik, karena kita organisasi keagamaan. Semangatnya adalah kebersamaan. Jadi kita membangun ukhuwah," ucapnya.

Sementara itu, Khatib PWNU Jatim KH Romadhon Chotib mengatakan bahwa salah satu agenda utama Konferwil adalah Bahtsul Masail atau pembahasan tentang persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dari sudut pandang hukum agama Islam.

Bahtsul Masail adalah forum diskusi yang dihadiri para pakar ilmu fikih atau hukum Islam yang menjadi tradisi di lingkungan pondok pesantren sebagai basis dari NU.

"Karena itu, setiap forum tertinggi NU di semua tingkatan, Bahtsul Masail selalu menjadi salah satu agenda utama sebagai bagian dari pelestarian tradisi di NU," jelasnya.

"Dalam konferwil tidak hanya membahas soal pemilihan ketua PWNU Jatim, namun Bahtsul Masail juga menjadi agenda utama. Ini akan menjadi efek utama di dalam konferensi, makanya Bahtsul Masail harus dikuatkan," katanya.

Ia menambahkan, agenda Bahtsul Masail dibagi menjadi tiga komisi. Yakni Komisi Maudlu’iyah, Komisi Waqi’iyah dan Komisi Qanuniyah.

"Dalam tiga komisi ini kita banyak membicarakan tentang yang akhir-akhir ini terjadi di tengah masyarakat," ujarnya.

Kiai Romadhon mengakui ada beberapa masalah yang nantinya akan dibahas di komisi Bahtsul Masail. Di antaranya terkait judi online yang belakangan ini meresahkan masyarakat.

"Walaupun semua tahu judi online itu haram, hukumnya sudah pasti. Tetapi itu akan dibahas oleh Komisi Bahtsul Masail yang tematik," jelasnya.

Lebih lanjut, Kiai Romadhon mengatakan Bahtsul Masail juga akan mengkaji soal hukum uang virtual atau crypto.

Diakui, soal transaksi virtual ini sebetulnya pernah di-bahtsulmasail-kan di PWNU Jatim. Namun akan dikaji lebih dalam lagi sesuai perkembangan kekinian.

Ia menambahkan, dipilihnya Ponpes Tebuireng sebagai lokasi Konferwil ini karena pondok yang didirikan KH Hasyim Asyari pada 1899 itu adalah pusatnya NU atau tempatnya Muassis.

"Kita sambil ngalap berkah atau ziarah bersama sama di Muassis. Ini sekaligus mengembalikan  NU ke jati diri yang utama di Tebuireng. Diharapkan dengan ziarah bersama ini menciptakan Jawa Timur sebagai barometernya NU," pungkasnya. (mus/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#crypto #bahtsul masail #konferwil nu jatim #judi online #Ponpes Tebuireng