RADAR SURABAYA-Viral di media sosial tentang seorang balita perempuan berusia sekitar 2 tahun yang ditemukan tertidur dan ditinggal pergi ibunya di Masjid Besar Miftahul Abidin, Krian, Sidoarjo, Selasa (30/7).
Informasi yang dihimpun, balita tersebut datang ke masjid pada Selasa malam bersama seorang wanita yang diduga ibu kandungnya berusia 40 tahun.
Menurut pengurus Masjid Besar Miftahul Abidin, Agil Supriyono, balita tersebut datang bersama seorang wanita yang diduga ibunya. Hal ini diketahui dari rekaman CCTV di dalam masjid.
Bayi tersebut kemudian ditidurkan di lantai masjid. Sehingga oleh Agil yang mengetahui hal ini kemudian sempat diberikan karpet untuk alas tidur.
Namun hingga sekitar pukul 23.00 WIB, perempuan tersebut masih berada di dalam masjid bersama balita itu.
"Selang 20 menit kemudian, anak perempuan itu ditinggal sendirian oleh ibunya," terang Agil kepada wartawan, kemarin.
Agil sempat mencari perempuan tersebut di sekitar masjid, namun tidak menemukannya.
Agil pun kemudian mngecek rekaman CCTV dan terlihat jika wanita tersebut keluar lewat pintu belakang masjid sambil membawa pakaian.
Agil sempat menduga wanita tersebut adalah warga yang tinggal di belakang masjid.
"Saya kira perempuan itu warga belakang masjid yang habis bertengkar dengan suaminya," tutur Agil.
Namun setelah ditunggu beberapa lama, wanita tersebut tidak pernah muncul lagi. Sehingga, Agil pun melaporkan hal ini ke pengurus RW setempat dan diteruskan ke Polsek Krian.
Kapolsek Krian, Kompol Dzaky Dzul Qornain, kepada media mengakui ada kejadian balita yang ditinggal sendirian di masjid Miftahul Abidin Krian.
Namun, ia menambahkan jika balita tersebut telah dijemput oleh neneknya dari Kediri. “Tadi neneknya datang ke Polsek Krian sekitar pukul 20.30 bersama perangkat desa dari Kediri,” terang Kompol Dzaky, Rabu malam (31/7).
Dari keterangan keluarga, balita tersebut pergi hingga ke Krian bersama ibunya berinisial Z, 32, yang berstatus janda cerai.
Sang ibu ini sempat menikah siri namun mengalami stress. “Si nenek juga kaget cucunya ditelantarkan di masjid oleh ibunya,” ucap Dzaky. (nug/jay)
Editor : Jay Wijayanto