Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

KKN–BBK 4 UNAIR SURABAYA: Tekan Angka Stunting, Beri Pemahaman Lewat Program CAKEP

Indra Wijayanto • Sabtu, 27 Juli 2024 | 18:07 WIB
ANTUSIAS: Ibu-ibu Desa Kalikatir aktif memperhatikan penyampaian program CAKEP oleh Mahasiswa Universitas Airlangga.
ANTUSIAS: Ibu-ibu Desa Kalikatir aktif memperhatikan penyampaian program CAKEP oleh Mahasiswa Universitas Airlangga.

RADAR SURABAYA-Stunting merupakan masalah yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak yang terhambat akibat malnutrisi. Prevalensi stunting di Indonesia menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

Berdasarkan data dari Survei Status Gizi Nasional (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting tercatat sebesar 21,6 persen, menurun dari 24,4 persen pada tahun 2021.

Penurunan ini merupakan hasil dari upaya pemerintah untuk mengatasi masalah gizi buruk pada anak, dengan target penurunan menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Guna mendukung penyelesaian masalah tersebut, Mahasiswa KKN – BBK (Belajar Bersama Komunitas) 4 Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya menggelar kegiatan penyuluhan dengan Program CAKEP yaitu Cegah Stunting Kenali Penyebabnya pada Rabu (10/7) pekan lalu.

Bertempat di Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada calon pengantin, ibu hamil, dan ibu balita terkait pengertian, penyebab, dampak, dan pencegahan stunting.

Harapannya dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mereka tentang stunting dan gizi. Sustainable Development Goals (SDGs) pada program ini merupakan masuk poin ke-3 Tentang Kesehatan dan Kesejahteraan yang baik.

BERSAMA: Mahasiswa KKN - BBK 4 Universitas Airlangga sinergi dengan kader kesehatan, bidan, dan perawat Desa Kalikatir.
BERSAMA: Mahasiswa KKN - BBK 4 Universitas Airlangga sinergi dengan kader kesehatan, bidan, dan perawat Desa Kalikatir.

Kegiatan penyuluhan tersebut disambut dengan antusias warga setempat, khususnya para ibu-ibu di desa Kalikatir.

Ada beberapa rangkaian penyuluhan yang dilakukan yaitu pengisian pre-test untuk mengukur kamampuan awal sebelum materi diberikan. Lanjut kemudian dengan penyuluhan singkat dan tanya jawab.

Selanjutnya dilakukan post-test untuk mengukur pengetahuan setelah materi diberikan. Dan yang terakhir pembagian susu gratis kepada Ibu-Ibu di Desa Kalikatir.

Titin Ekowati, Ketua TP PKK Desa Kalikatir sangat mendukung adanya program tersebut. Mengingat, pengetahuan warga tentang stunting masih kurang.

“Program CAKEP ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu untuk tahu bagaimana proses stunting tersebut. Mereka akhirnya tahu penyebab stunting ternyata terbagi menjadi faktor langsung dan tidak langsung, bagaimana dampak stunting bagi anak, sampai pentingnya asupan gizi bagi anak,” ucap Titin.

Sementara itu, Aldi Huda Firnanda, pencetus Program CAKEP menyampaikan pesan pencegahan stunting yang tidak bisa kalau hanya dilakukan oleh orang tuanya saja, tetapi juga seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

“Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median pertumbuhan anak dari WHO" katanya.

Aldi menambahkan jika semua harus ikut berperan dalam mencegah stunting. Tentunya dengan cara ibu hamil harus penuhi mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

"Selain itu penuhi nutrisi buah hati, mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta konsultasi dengan tim pelayanan kesehatan seperti posyandu, puskesmas, atau pusat pelayanan kesehatan terdekat,” pungkas mahasiswa program studi kedokteran tersebut. (ind/jay) 

Editor : Jay Wijayanto
#kkn #Unair #stunting