RADAR SURABAYA - Jembatan Cangar sudah akrab di masyarakat yang pernah melewatinya karena berada di dalam sunyinya hutan raya Raden Soerjo, Mojokerto.
Jembatan Cangar menjadi jalan alternatif tercepat yang menghubungkan Surabaya/Mojokerto dan Batu, begitu pun sebaliknya.
Jembatan ini berdiri sejak Juli 1947 sebagai lintasan perjalanan tentara Belanda dari Pacet, Mojokerto, menuju ke Batu, Malang.
Bagi orang awam, jembatan tersebut hanya struktur beton yang melintasi lembah dengan dikelilingi oleh pemandangan alam yang indah.
Melewati jalanan menuju jembatan Cangar ini akan bertemu dengan tanjakan curam dan turunan yang tajam dengan suasana hutan yang sangat lebat.
Selain itu jalan yang akan dilewati juga menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara sehingga dapat memacu adrenalin.
Jika waktu senja datang maka kabut tebal pun akan menjadi tantangan bagi pengendara.
Minimnya cahaya matahari yang masuk karena lebatnya hutan membuat hawa dan suasana terasa angker.
Karena itu jembatan tersebut menyimpan kisah-kisah mistis yang belum terungkap hingga sekarang.
Beberapa dari masyarakat sudah merasakan suasana merinding ini saat melewati jembatan bahkan sudah menceritakan pengalaman pribadi mereka.
Cerita tentang penampakan makhluk halus seperti genderuwo atau kuntilanak telah beredar dan menyelimuti pikiran masyarakat yang sekaligus menciptakan aura takut jika akan melewati jembatan tersebut.
Menurut cerita masyarakat, jembatan Cangar mulai sepi ketika waktu menunjukan pukul 15.00 WIB ke atas atau menjelang senja, karena kabut di dalam hutan sudah mulai turun menyelimuti jalan. Kesan sepi dan angker bagi siapapun yang berkendara.
Di masyarakat juga beredar legenda hantu penunjuk jalan yang konon justru akan mengaburkan pikiran pengemudi dengan ilusi jembatan itu berbelok, padahal tidak.
Hal itu yang membuat sebuah kecelakaan terjadi dan memakan korban. Akan tetapi ada juga yang selamat dari kejadian naas lalu menceritakan kejadian bagaimana awal bisa terjadi hingga masih bisa tertolong.
Para pengendara juga terkadang mencium aroma anyir darah serta bisikan yang aneh menjadi pertanda akan sesuatu yang menjanggal.
Terlepas dari cerita-cerita yang meragukan ini, jembatan Cangar tetap menjadi saksi bisu mengenai pengalaman yang dialami pengendara yang melintas.
Beberapa kecelakaan yang terjadi iembuat masyarakat setempat meyakini bahwa hal itu bukan ketidaksengajaan pengendara akan tetapi bisa saja ulah mahkluk gaib yang menyimpan dendam.
Cerita-cerita ini masih menjadi teka-teki sulit dipecahkan.
Jadi para pengendara dihimbau untuk selalu fokus dalam mengendari dan hati-hati di setiap langkah serta jangan lupa berdoa agar tetap diberikan keselamatan oleh Tuhan di perjalanannya. (ers/mag/nug/jay)
Editor : Jay Wijayanto