Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Realisasi Produksi Cabai Rawit dan Cabai Besar di Jatim Mengalami Penurunan, Ini Penyebabnya

Mus Purmadani • Minggu, 21 Juli 2024 | 23:45 WIB

 

SEGAR: Salah satu areal tanaman cabai di Kabupaten Bojonegoro. Di bulan Juni nanti, areal luas tanam cabai di Jatim mengalami penurunan.
SEGAR: Salah satu areal tanaman cabai di Kabupaten Bojonegoro. Di bulan Juni nanti, areal luas tanam cabai di Jatim mengalami penurunan.

RADAR SURABAYA - Realisasi produksi cabai rawit bulan Juni sebesar 49.082 ton mengalami penurunan 42 persen dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan produksi diakibatkan menyusutnya luas panen dan produktivitas sebesar 40 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Dydik Rudy Prasetya kepada Radar Surabaya, Minggu (21/7).

Menurutnya, luas panen bulan Juni mengalami penurunan 3,9 persen dibanding bulan sebelumnya.

"Jika dibandingkan tahun 2023 pada bulan yang sama terjadi peningkatan sebesar 34,8 persen. Namun demikian pada bulan Juni masih terdapat luas panen belum habis seluas 14.999 hektare," jelasnya.

Lebih lanjut Rudy mengatakan, ketersediaan cabai rawit dibulan Juni mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya sebesar 47 persen, namun masih dalam kategori surplus sebesar 40.799 ton.

"Potensi ketersediaan di bulan Juli 2024 diperkirakan surplus sebesar 66.711 ton," katanya.

Sementara itu, lanjut Rudy, realisasi produksi cabai besar bulan Juni sebesar 6.032 ton, menurun 33 persen dibanding bulan sebelumnya.

Namun dibanding tahun 2023 pada periode yang sama mengalami peningkatan sebesar 3,6 persen.

"Penurunan produksi bulan Juni diakibatkan penurunan luas panen dan produktivitas. Sedangkan potensi produksi berdasarkan luas panen belum habis di bulan diperkirakan produksi bulan Juni sebesar 7.798 ton," jelasnya.

Menurutnya, luas panen bulan Juni dibanding bulan sebelumnya mengalami penurunan sebesar 20 persen.

Bila dibandingkan tahun 2023 pada bulan yang sama terjadi penurunan pula sebesar 28,5 persen.

"Namun demikian pada bulan Juni masih terdapat luas panen belum habis seluas 1.114 hektare," katanya.

Lebih lanjut Rudy mengatakan, ketersediaan cabai besar dibulan Juni 2024 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya sebesar 49 persen.

Namun demikian ketersediaan Jawa Timur dibulan Juni masih surplus sebesar 3.133 ton.

"Potensi ketersediaan di bulan Juni 2024 diperkirakan surplus sebesar 4.899 ton," tuturnya.

Rudy juga mengatakan penurunan ketersediaan cabai rawit dan cabai besar pada bulan Juni diakibatkan produktivitas pertanaman di dataran tinggi menurun karena sudah memasuki fase panen akhir-bongkar.

Selain itu juga curah hujan yang menurun cenderung kering akibatnya ketersediaan air yang terbatas mempengaruhi pertumbuhan pertanaman yang masih ada.

"Di wilayah dataran rendah sebagian besar memulai tanam baru," pungkasnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#cabai rawit #Dinas Pertanian Jatim #cabai besar #areal tanam #panen cabai #Dydik Rudy Prasetya #produktivitas