Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

RADAR SURABAYA AWARD 2024: Entrepreneur Muda yang Coba Selaraskan Dunia Bisnis dan Olahraga

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 15 Juli 2024 | 00:47 WIB

Photo
Photo
Raja Siahaan, CEO Patriots Group

RAJA Kami Maruli Tua Siahaan bukan orang yang baru di dunia bisnis, pengalamannya di dunia usaha sangat matang. Bahkan sebelum menekuni dunia bisnis pria kelahiran Surabaya 40 tahun silam itu mempunyai pengalaman bekerja di luar negeri.

Bekerja di negeri orang membuatnya kaya akan pengalaman, kedislipinan hingga pengetahuan. Ditambah dengan pendidikan yang sejak SMP hingga kuliah di luar negeri, bahkan dia pernah studi di tiga negara, Australia, China, dan Amerika Serikat, membuatnya semakin matang menekuni bisnis dan hubungan dengan komunitas warga lainnya.

Setelah lama menimba ilmu di luar negeri dia pun memutuskan untuk pulang ke Indonesia, membangun usaha ingin lepas dari bayang-bayang orang tua. Mulai merintis banyak bisnis tahun 2009 dengan menjalin kerjasama dengan pihak lain, akhirnya bisnis itu berkembang di berbagai bidang usaha kemudian menyatukannnya dalam holding Patriots Group.

Seiring perkembangan waktu, Patriots Group menjadi holding dari berbagai binis Raja Siahaan, mulai dari dealer otomotif (mobil dan motor), oil gas company, logistik, perhotelan, hingga restoran.

Menurut Raja, selama berkecimpung di dunia usaha  dia terus mengeksplorasi kemampuannya dalam mengelola berbagai bisnis. Memang tak semulus yang dibayangkan. Dia pun berusaha untuk merapikan kembali bisnisnya agar lebih baik lagi.

“Dalam dunia bisnis saya sering otodidak belajarnya, ada yang nawari terus saya pelajari dan eksekusi. Gagalnya juga banyak. Tapi seiring berjalannya waktu saya sadar kita gak punya waktu terlalu banyak dalam usaha. Kita harus mulai merapikan dan semua kini sudah tertata rapi dalam Patriots Group,” kata Raja, Kamis (11/7).

Ada yang bilang banyak usaha itu enak, dan ada pula yang bilang mempunyai usaha satu namun fokus. Menurutnya hal itu tergantung mana yang disukai. Di dunia usaha ada tiga konsep, input, proses dan output. Namun membangun usaha tidak gampang, membutuhkan proses dan mentalitas.  

“Semua itu pilihan. Sesuatu hal yang kita dapat dengan gampang pasti gampang kita lepas, sesuatu hal yang sulit kita dapat pasti susah untuk kita lepas. Dan usaha yang sulit kita membangunnya pasti langgeng umurnya,” tuturnya.

Meski sudah memiliki banyak bisnis dan kaya akan pengalaman dalam bekerja, Raja kini ingin mengembangkan bisnis B to B yakni bisnis yang terjadi antara satu perusahaan dengan perusahaan lain. Selain itu ada B to G yang dia kembangkan yakni pengembangan bisnis antara perusahaan dengan pemerintah. “Sekarang saya ingin bergaya B to B dan B to G. Memang ini tantangannya. Walaupun kita owner tapi tidak semua orang bisa,” imbuhnya.

Dia menegaskan bahwa tidak bisa seorang pebisnis menjadi jagoan di semua usaha yang digeluti. Apalagi di dalam bisnis setiap hari selalu ada masalah yang memang harus diselesaikan. Hal ini yang membuatnya jadi lebih matang dalam mengembangkan bisnis.

Pria yang lulusan Accounting Finance Seattle Univesity  ini juga bercerita mengawali karir bisnisnya di Indonesia tidak juga berjalan mulus, kecenderungan pegawainya ketika ditanyai selalu tidak ada problem.

Lambat laun dia menemukan sendiri permasalahan ketika sudah terjun langsung di setiap divisi di perusahaan yang ia pimpin. Apalagi perusahaan awalnya bergerak di bisnis otomotif yang dia tekuni sesuai dengan passionnya. “Saya kan lulusan sekolah luar negeri disuruh jadi pegawai di pabrik memang kerja gak sesuai dengan hati. Akhirnya lahir bisnis bidang otomotif itu seiring berjalannya waktu. Dan memang tidak mudah ketika itu, kita harus terjun langsung menemukan sendiri permasalahan. Semua itu membutuhkan proses.” terangnya.

Menurut Raja, sangat mudah menjadi orang sukses, namun untuk sukses berkali-kali dengan konsisten memang sulit dan itu harus dipunyai di dalam pribadi seorang pengusaha. Oleh karena itu yang dibutuhkan adalah orang untuk mendorong atau memikul sebagai dasar dan juga orang yang mengatrol untuk naik ke atas.

“Jadi masuk organisasi itu merupakan katrol atau cantolan kita untuk bisa naik ke atas. Kita juga butuh orang yang bisa mendorong kita dari bawah. Kalau gak ada dua komponen itu maka sulit bagi seorang pengusaha,” pungkasnya.

Dan ini dia temukan ketika memutuskan aktif untuk mengurusi dunia olahraga, mulai dari sepakbola, binaraga, dan angkat besi. Spirit itu pula yang membuat dia sukses menjadi Ketua Panpel pertandingan Babak Kualifikasi Khusus Sepakbola Cabang Olahraga Sepakbola PON XXI 2024 Aceh-Sumatra Utara. 

  

Seni Mengurusi Bisnis dan Olahraga   

Selain berkecimpung di dunia bisnis, Raja Kami Maruli Tua Siahaan juga berkecimpung di dunia olahraga. Dunia olahraga bisa menjadi sangat selaras dengan bisnis. Karena dari dunia olarhaga inilah Raja bertemu dengan orang-orang pebisnis tangguh yang juga banyak diantaranya penggila olahraga.

 Raja sejak kecil memang hobi olahraga terutama sepakbola. Meski bukan pemain sepakbola, namun kini dia telah mempunyai klub sepakbola yang bernama AC Majapahit. Klub tersebut bermarkas di Mojokerto. Raja juga pemilik dari klub PSMP Mojokerto yang kini berlaga di Liga 3. Nama AC Majapahit diilhami dari klub besar Italia AC Milan yang selama ini menjadi klub idolanya.

Dia juga menjadi anggota Komite Sepakbola Sepakbola Usia Dini Asprov PSSI Jatim. Keinginan Raja untuk membangun sepakbola memang besar. “Saya ingin memiliki kontribusi mengembangkan sepakbola dengan mempunyai tim yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat. Dengan berbekal kecintaan saya terhadap sepakbola sejak kecil,” kata Raja.

Dunia sepakbola tampaknya tidak asing dengan Raja karena dia adalah putra dari Fajar Siahaan,  Ketua PSSI Jatim 1995-2000, Raja juga tidak menyangka bisa mengikuti jejak sang bapak yang menggeluti dunia sepakbola. Apa mungkin ini warisan DNA Fajar yang secara tidak langsung mengalir kepada sang anak, Raja?

“Di olahraga saya tidak pernah diajari Papa. Malahan Papa saya mengajari saya hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan dunia olahraga bahkan cenderung aneh dan berbeda menurut saya. Tapi itu yang membuat saya tersadar dan mandiri untuk menentukan jalan saya sendiri,” ungkap pria kelahiran 10 Januari 1984 ini.

Alasan lainnya mengurus olahraga karena dia memiliki banyak waktu luang ketika usai mengurus perusahaanya. “Olahraga yang utama untuk mengisi waktu saja. Pulang sore kepala capek tapi badan belum capai akhirnya saya cari kesibukan dan menemukan dunia olahraga,” imbuhnya.

Selain berkecimpung di dunia sepakbola, Raja juga menjadi Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Jatim. Sepak terjangnya memang luar biasa. Di PBFI Jatim Raja mampu membawa prestasi PBFI Jatim menyabet sejumlah prestasi. Salah satunya menjadi juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2023. Prestasi yang luar biasa di ajang nasional.

Dia mengaku mengurus perusahaan dengan olahraga ada perbedaan dan memiliki seni tersendiri. Raja banyak  belajar dari organisasi olahraga untuk mengurusi bisnis dan perusahaannya. Bahkan ilmunya bisa digunakan kedua-duanya antara bisnis dan mengurusi olahraga. 

Bahkan dia mengakui bahwa orang yang berorganisasi termasuk organisasi olahraga, ilmunya sangat lihai daripada pengusaha. Karena di oraganisasi, dia harus meyakinkan banyak orang. Sedangkan di perusahaan dia sangat mudah untuk memerintah karyawannya dan membuat kebijakan.

“Seninya beda di olahraga dan perusahaan. Di perusahan saya ngomong A mereka juga A. Tapi di olahraga saya harus meyakinkan A itu paling benar. Dan di organisasi olahraga, bisa mendapat teman, sahabat, kolega sehingga ke depannya koneksi bertambah banyak. Tentu ini dua hal yang harus disatukan karena saling mendukung,” pungkasnya. (rmt)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Radar Surabaya Award 2024 #Raja Siahaan