Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

RADAR SURABAYA 2024: Tokoh Peningkatan Pembinaan dan Prestasi Persepakbolaan Jawa Timur

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 15 Juli 2024 | 00:37 WIB

Photo
Photo
Ahmad Riyadh UB, Ph.D, Ketua Asprov PSSI Jawa Timur

RADAR Surabaya memberikan penghargaan Radar Surabaya Award kepada Ahmad Riyadh UB, Ph.D, Ketua Asprov PSSI Jatim sebagai Tokoh Bidang Pembinaan Sepakbola Daerah. Ahmad Riyadh pantas menerima penghargaan tersebut, karena dinilai berhasil memajukan dunia pesepakbolaan baik di tingkat regional maupun nasional.


Riyadh tidak hanya berkiprah di tingkat provinsi saja, tapi juga nasional. Karena itulah penghargaan ini dinilai sangat cocok.  Jawa Timur diakui nasional sebagai provinsi sepakbola, dan sedikit banyak julukan itu berkat kerja keras Ahmad Riyadh bukan hanya karena jabatannya sebagai ketua Asprov PSSI Jawa Timur, tapi keterlibatannya dengan dunia sepakbola di Jawa Timur sejak tahun 2000-an, membuat Riyadh banyak mewarnai dan membersamai perkembangan, pembinaan, dan prestasi sepakbola di Jawa Timur.

Bukan tanpa sebab, pria yang juga anggota Exco PSSI Pusat ini dinilai mampu memberikan banyak catatan prestasi untuk persepakbolaan di Jawa Timur. Berkat kepemimpinannya, ia mampu membina dan meningkatkan prestasi sepakbola klub profesional dan amatir dari Jawa Timur di berbagi tingkatan kompetisi.

Beberapa klub mampu mencatatkan prestasi nasional, di antaranya Persebaya Surabaya sebagai Runner Up Liga 1 Tahun pada 2019, Persik Kediri Juara Liga II pada Tahun 2019 dan Blitar United Liga 3 Tahun 2017.

Bahkan pada 2024 ini Persibo Bojonegoro menjadi juara Liga 3 Nasional yang membawanya promosi ke Liga 2 musim depan.  Selain itu, PSSI Jatim mampu membina 70 klub profesional dan amatir.

Tidak kalah pentingnya juga, berkat kepemimpinan Ahmad Riyadh ini, Asprov PSSI Jatim khususnya provinsi Jawa Timur sendiri beberapa kali mendapat kepercayaan dari PSSI pusat dan Negara untuk menggelar event-event sepakbola Internasional.

 

Mulai dari Piala AFF U-19, ujicoba timnas Indonesia, hingga beberapa waktu lalu Jawa Timur khusus Stadion Gelora Bung Tomo menjadi salah satu venue dari turnamen Piala Dunia U-17. Bahkan terakhir mulai 17 Juli nanti, Jawa Timur kembali dipercaya menjadi homebase bagi tim Indonesia U-19 yang akan berlaga di Piala AFF U-19.

PSSI Jatim konsisten menggelar kompetisi amatir Liga dan semua kelompok umur, bahkan untuk kategori wanita. Terakhir beberapa hari lalu PSSI Jatim juga selesai menggelar kompetisi khusus sepakbola wanita Pertiwi Cup.

Bahkan, seluruh gelaran tanpa menarik biaya dari klub. Karena PSSI Jatim mendapat sponsor dari produk kopi yaitu Kapal Api. Karena itu, tahun lalu Asprov PSSI Jatim diganjar penghargaan oleh PSSI Pusat sebagai Asprov terbaik dalam kegiatan Kongres PSSI di Bali.

Ahmad Riyadh UB, Ph.D juga mengucapkan terima kasih atas penghargaan Radar Surabaya Award ini. Menurut, Ahmad Riyadh, apa yang sudah dilakukan Asprov PSSI Jatim semua juga berkat dukungan media dan wartawan, termasuk Radar Surabaya.

“Kalau tidak ada pemberitaan dari media, tentunya Asprov PSSI Jatim tidak bisa apa-apa. Karena ada pemberitaan yang positif itulah, akhirnya pihak sponsor percaya kepada Asprov, sehingga akhirnya Asprov PSSI Jatim sukses menjaring sponsor untuk membiayai seluruh Kompetisi tingkat provinsi Jatim.


“Sebenarnya saya dan juga terutama Asprov PSSI Jatim yang harus memberikan penghargaan kepada teman-teman wartawan khususnya Radar Surabaya, karena selama ini terus menjadi partner dalam membangun persepakbolaan di Jawa Timur,” kata. Riyadh.

 

Pertama Kali di Indonesia, Inisiasi Pembuatan Silabus Sepakbola Khas Jatim

Paling baru upaya Ahmad Riyadh sebagai Ketua Asprov PSSI Jatim untuk meningkatkan pembinaan dan prestasi sepakbola di Jawa Timur adalah mengumpulkan seluruh pelatih yang ada di Jawa Timur untuk membahas dan membuat Silabus Pengembangan Sepakbola di Jatim. Sebanyak 600an pelatih se Jawa Timur berlisensi D, C, B, A dan A Pro ikuti Konferensi Pelatih, di Balai Pemuda Surabaya.

 

Mereka hadir untuk menyatukan persepsi tentang pengembangan sepakbola terutama soal program peningkatan kompetensi pelatih dan pelatihan pemain muda yang sudah tertuang dalam Silabus Persepakbolaan Jawa Timur.

“Kami ingin peningkatan kualitas pemain lokal yang memang sesuai standar yang memang diminta oleh pelatih timnas, jadi kami kumpulkan pelatih dari sekolah bola maupun yang sudah berlisensi A Pro,” kata Ahmad Riyadh.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai advocat ini menjelaskan semua pelatih dikumpulkan untuk membahas silabus kepelatihan dalam pembibitan atlet sepakbola muda Jatim. “Kami benahi pemain lokal kita yang harus memiliki standar yang memang bagus dan setara dengan pemain Timnas Indonesia,” ucapnya.

Dengan pelatihan ini, Riyadh menilai jika kualitas pemain lokal sudah bagus maka tidak perlu lagi untuk penggunaan pemain dari luar. “Ibarat ambil dari luar kita hanya tranformasi ilmu sepakbola dari luar negeri untuk kemajuan sepakbola Indonesia,” jelasnya.

Dengan acara ini, Riyadh mengaku ini baru pertama kali digelar oleh Asprov PSSI Jatim. PSSI dari daerah lain belum melakukan ini, jadi mereka harus meningkatkan kemampuan pemain lokal kami setara dengan pemain asing bahkan pemain yang bermain di luar negeri,” bebernya.

Riyadh mengaku jika potensi dan bakat pemain lokal yang dimiliki Indonesia cukup besar. “Ibarat permata ini mereka belum di poles yang benar, masih asal-asalan jadi kami buat pelatihan ini agar semua pemain lokal kita sudah berstandar pemain luar dan bisa bermain di luar Indonesia,” jelasnya.

Dengan pelatihan silabus ini, Riyadh mengaku jika pelatih sudah memiliki standart lebih untuk mengajarkan pemain muda. “Jadi tidak glambyar atau asal-asalan dan memiliki target dalam kepelatihan. Saya berharap ke depannya bisa lahir pemain seperti Marselino Ferdinan yang bermain di luar dan bermain sebagai starter yang membawa klubnya berjaya,” pungkasnya.

Riyadh menjelaskan, memang keadaan saat ini tidak bisa dilawan, sehingga perlu diimbangi dengan meningkatkan kompetensi para pesepakbola dan pelatih lokal."Gol dari silabus ini untuk kemajuan sepak bola Indonesia yang bermartabat di tingkat internasional," tuturnya.

 

Riyadh berharap dengan adanya Silabus Sepakbola Jatim tersebut para pelatih di Jawa Timur bisa mempunyai pegangan dan acuan dalam melatih para pesepakbola di Jatim. "Setidaknya silabus ini adalah terobosan program dari Asprov PSSI Jatim, agar para pelatih saat melatih punya pedoman dan tidak kemana-mana," kata Riyadh. Selain itu, pihaknya juga menyatakan bahwa pembuatan silabus tersebut merupakan pertama kalinya yang dibuat oleh Asprov di Indonesia.

 

"Setidaknya Jawa Timur mendahului di antara Asprov lainnya," kata Riyadh.

Dalam silabus ini tim pelatih merumuskan kurikulum pelatihan sepak bola berpedoman pada Filanesia. Namun, disesuaikan dengan karakter dan budaya sepakbola di Jatim yang agresif dan progresif. Karena itu, dalam penyusunan silabus ini, pihaknya melibatkan pelatih-pelatih berkompeten yang memiliki pemahaman pembinaan sepak bola serta akademisi.

Antara lain Joko Susilo, Uston Nawawi, Fakhri Husaini, Hanafing, Kurnia Sandi, Mamak Alhadad dan dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang juga praktisi pembinaan sepakbola usia dini, Dr Imam Syafii, M.Kes.

"Sehingga nanti seluruh Askab/Askot bisa mensosialisasikan silabus ini kepada pelatih. Harapannya pemain punya standar seperti yang kami inginkan, main bola cepat, agresif tapi menjunjung tinggi nilai sportivitas, respek," Riyadh.

Pembinaan dengan standar tinggi, lanjut Riyadh, harus diterapkan pelatih pada pemain sejak usia dini. Sehingga, ketika di usia matang akan terbentuk permainan yang berkualitas."Pembentukan itu harus dari usia dini, gak lompat-lompat. Dan pelatih harus punya standar tinggi," pungkasnya.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Radar Surabaya Award 2024 #Ahmad Riyadh PSSI Jatim