SURABAYA - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Bobby Soemiarsono, menekankan pentingnya seluruh perangkat daerah pemerintah baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota di Jatim secara rutin melakukan backup data.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi serangan siber oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,
Ia mencontohkan serangan siber yang terjadi pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 Surabaya.
Karena tidak adanya backup data mengakibatkan terganggunya roda pemerintahan dan pelayanan publik.
"Saya imbau agar kita harus menyiapkan backup data. Ketika terjadi serangan pada server, kita ada backup datanya," kata Bobby, Minggu (7/7).
Ia menyampaikan, proses backup data di Jatim selalu dilakukan.
Ia menjelaskan, saat menjabat sebagai Kepala BPKAD, dirinya selalu meminta untuk melakukan backup data sebulan sekali.
"Selama di BPKAD, SIPD itu saya minta untuk dibackup di server yang lain," katanya.
Berkaitan dengan serangan siber, ia mengaku Jatim selalu menjadi langganan. Bahkan tak tanggung-tanggung, serangan selalu dilakukan langsung pada data server Pemprov Jatim.
Data dari Tim Pemprov CSIRT, sebanyak 3.564.737 serangan yang berhasil ditangkal pada tahun 2023. Sedangkan pada tahun 2024 hingga bulan Juni, terdapat 1.536.550 serangan pada data center yang berhasil ditangkal.
Selanjutnya, perangkat keamanan di data center Jatim telah berhasil menangkal serangan malware sebanyak 18.407 pada tahun 2023 dan sebanyak 9.163 pada tahun 2024.
"Jadi sebetulnya untuk serangan siber di Jatim bukan hal yang baru. Dan kita bisa mengatasi itu semua, karena ada backup datanya," jelasnya.