RADAR SURABAYA - Pemerintah sudah sukses menggelar pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden (pilpres) pada Februari lalu.
Namun pesta demokrasi di negeri ini tidak berhenti di pileg dan pilpres.
Dalam waktu dekat, Indonesia kembali akan bersuka cita dalam pesta demokrasi yang skalanya lebih besar.
Yaitu pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan digelar secara serentak pada November nanti.
Parta-partai politik pun semakin serius memanasi mesin politiknya untuk mempersiapkan hajat besar demokrasi itu.
Salah satunya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
PKB Jawa Timur saat ini menangkap sinyal positif kesediaan KH Marzuki Mustamar untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2024.
PKB pun terus menegaskan keseriusan untuk mengusung mantan Ketua PWNU Jatim tersebut sebagai calon gubernur.
Bendahara DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi mengatakan Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar belum lama ini sudah sowan ke Kiai Marzuki.
Meski belum mendapat penjelasan rinci hasil pertemuan itu, namun Fauzan menyebut sudah ada kabar gembira.
"Sampai dengan saat ini belum ada gestur politik beliau menolak atau tidak bersedia. Itu yang paling penting. Sementara animo dari bawah semakin banyak," kata Fauzan, Selasa (18/6).
Kiai Marzuki memang terus digadang-gadang oleh PKB untuk maju sebagai calon gubernur.
Kecukupan kursi DPRD Jatim sebagai tiket maju sekalipun tanpa koalisi, membuat PKB optimistis maju sebagai penantang pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak.
PKB bakal membuat poros baru di luar petahana.
Menurut Fauzan, saat ini pihaknya memang terus menggodok keputusan Pilgub.
Sembari melaksanakan mekanisme internal, PKB juga terus menggalang komunikasi dengan berbagai partai politik terutama yang belum menentukan pilihan di Pilgub Jatim 2024.
Ujungnya nanti keputusan dari DPP PKB.
"Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama lagi akan segera diumumkan atau mendapat kepastian dari DPP PKB tentang siapa yang resmi diusung di Jawa Timur. Sabar dulu," ujarnya.
Fauzan mengungkapkan, pihaknya serius merayu Kiai Marzuki lantaran ingin menyodorkan figur alternatif yang memiliki kemampuan sebagai pemimpin.
Menurutnya, memimpin provinsi sebesar Jawa Timur butuh keseriusan dan lompatan besar yang harus dimunculkan calon pemimpin.
"Untuk Jawa Timur bukan langkah yang biasa-biasa saja. Capaian signifikan, sehingga kalau targetnya itu kita harap ada figur baru yang bisa memenuhi ekspektasi dari masyarakat yang kita tampung melalui serap aspirasi," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa