Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BPBD Jatim Bentuk Destana di Tiga Desa Terdampak Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru, Ini Alasannya

Mus Purmadani • Minggu, 16 Juni 2024 | 23:23 WIB
DISKUSI: Salah satu proses pembetukan Desa Tangguh Bencana (Destana) BPBD Jatim di beberapa wilayah di Jawa Timur. (BPBD JATIM)
DISKUSI: Salah satu proses pembetukan Desa Tangguh Bencana (Destana) BPBD Jatim di beberapa wilayah di Jawa Timur. (BPBD JATIM)

RADAR SURABAYA - Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim berlanjut di beberapa wilayah di Jawa Timur.

Di Minggu kedua bulan Juni ini, pembentukan Destana Jatim menyasar Kabupaten Bangkalan, Sampang, Lumajang, dan Kota Pasuruan.

Di Kabupaten Lumajang, pembentukan Destana menyasar tiga desa terdampak banjir lahar dingin Gunung Semeru.

Yaitu, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono; Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, dan Desa Selokbesuki di Kecamatan Sukodono.

Mewakili Kalaksa BPBD Jatim, Analis Kebencanaan Dadang Iqwandy mengatakan pembentukan Destana ini memang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

Khususnya di wilayah maupun desa yang rawan akan kejadian bencana.

“Dengan semakin meningkatnya kapasitas dan pemahaman masyarakat akan penanganan bencana, maka risiko dan dampak bencana akan semakin berkurang,” harapnya, Minggu (16/6).

Terkait pembentukan Destana ini, Kalaksa BPBD Lumajang menyampaikan terima kasih atas ditetapkannya tiga desa di wilayahnya sebagai lokasi Destana 2024.

Sebab selama ini desa-desa tersebut memang kerap terdampak bencana, utamanya saat terjadi luapan lahar dingin Gunung Semeru.

Termasuk, saat banjir lahar dingin, April lalu.

Karenanya, pihaknya meminta segenap peserta Destana untuk mengikuti pelatihan yang berlangsung selama tujugh hari ini dengan seksama.

“Ikuti dengan baik dan aktif. Karena apa yang diajarkan para fasilitator nanti akan sangat bermanfaat bagi panjenengan semua,” pesannya.

Seperti diketahui, saat terjadi banjir lahar dingin, 18 April lalu, dari sekian desa yang terdampak, Desa Kloposawit dan Desa Kutorenon tercatat sebagai daerah yang terdampak cukup parah.

Di Kloposawit, selain Jembatan Mujur II yang terputus aksesnya, tanggul Sungai Mujur juga mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan lahar dingin.

Bahkan dua orang korban meninggal dunia akibat bencana itu juga berasal dari Desa Kloposawit.

Tepatnya, dari Dusun Jurang Geger RT 14 RW 07, Desa Kloposawit.

Sedang, di Desa Kutorenon, dampak akibat banjir lahar dingin juga tercatat cukup parah.

Sedikitnya, 275 rumah terdampak banjir yang membawa material lumpur dan ranting-ranting pepohonan.

Sementara, seperti pelaksanaan Destana sebelumnya, di setiap desa sasaran juga diserahkan bantuan 100 bibit pohon produktif kepada masing-masing desa. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#desa tangguh bencana (Destana) #kabupaten lumajang #banjir lahar dingin #BPBD Jatim #gunung semeru