RADAR SURABAYA - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menjawab pertanyaan DPRD Jawa Timur mengenai data komparasi antara Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005-2025 dengan proyeksi di RPJPD 2025-2045.
Menurutnya ada beberapa data capaian dan target indikator sasaran visi pada dokumen RPJPD Provinsi Jawa Timur.
"Peningkatan pendapatan per kapita sesuai dengan data Badan Pusat Statistik tahun 2010 mencapai Rp 26,37 juta dan meningkat pada tahun 2023 menjadi Rp 71,12 juta, dengan rata-rata pendapatan per kapita selama periode 2010 sampai 2023 yaitu Rp 48,24 juta," ungkap Adhy, Senin (10/6).
Sementara itu, lanjut Adhy, proyeksi pendapatan per kapita Jawa Timur untuk tahun 2025 berada pada kisaran Rp 77,43 juta sampai Rp 81,09 juta.
Sedangkan pada tahun 2045 diproyeksikan mencapai Rp 145,6 juta sampai Rp 156,3 juta.
"Tingkat kemiskinan sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2010 sebesar 15,26 persen dan terus menurun hingga tahun 2019 sebesar 10,20 persen. Namun tingkat kemiskinan di tahun 2023 sebesar 10,35 persen karena tingkat kemiskinan di tahun 2020 sempat melonjak akibat dampak pandemi Covid-19. Berdasarkan data realisasi tersebut maka target kemiskinan di tahun 2025 sebesar 9,40-8,90 persen dan tahun 2045 sebesar 3,05-2,25 persen," jelasnya.
Lebih lanjut Adhy mengatakan kepemimpinan dan pengaruh Jawa Timur di kancah nasional merupakan sasaran visi yang ketiga dengan Indikator Indeks Daya Saing Daerah.
Dimana capaian tahun 2023 mencapai skor sebesar 3,78.
"Capaian ini lebih tinggi daripada nasional dengan skor sebesar 3,44," katanya.
Menurut Adhy, produktivitas dan daya saing SDM sebelumnya diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Capaian IPM tahun 2010 sebesar 65,36 dan terus mengalami peningkatan tiap tahun menjadi 74,65 di tahun 2023.
Namun pada RPJPD 2025-2045, produktvitas dan daya saing SDM diukur melalui Indeks Modal Manusia.
"Indeks Modal Manusia menghitung kontribusi kesehatan dan pendididkan terhadap produktivitas kerja. Dimana target tahun 2025 sebesar 0,57 dan tahun 2045 sebesar 0,72," pungkas Adhy. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa