SURABAYA - Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono mengatakan pihaknya terus mematangkan operasional Bus Trans Jatim koridor IV Bunder (Gresik) - Paciran (Lamongan) yang dilaunching Agustus mendatang dengan mengunjungi Pemkab Gresik, Jumat (31/5).
Menurutnya ini adalah koridor ketiga dari 2 yang sudah beroperasi di wilayah Gresik yakni koridor I Gresik - Sidoarjo dan koridor III Gresik - Mojokerto.
"Koridor IV Gresik - Paciran itu jarak tempuhnya 52 KM dengan waktu tempuh 1 jam 50 menit terdapat 23 shelter dari Gresik - Paciran dan 23 shelter dari Paciran - Gresik," ujarnya, Minggu (2/6).
Menurutnya Koridor IV ini juga terdapat shuttle di dermaga kapal di Brondong yang melayani rute menuju Bawean, Kalimantan dan Sulawesi. Sehingga bisa mempermudah transportasi penumpang kapal.
"Jumlah armada bus Trans Jatim koridor IV yang disediakan, sebanyak 15 unit. Dengan pembagian 7 unit dari Gresik - Paciran, dan 7 unit dari Paciran -Gresik. Sedangkan 1 unit untuk cadangan," katanya.
Sementara itu anggota Komisi D DPRD Jatim MH Rofiq mengatakan titik shelter perlu diatur agar tidak menimbulkan kemacetan baru.
"Koridor IV Gresik - Paciran itu jarak tempuhnya 52 KM dengan waktu tempuh 1 jam 50 menit terdapat 23 shelter dari Gresik - Paciran dan 23 shelter dari Paciran - Gresik," ujarnya, Minggu (2/6).
Menurutnya Koridor IV ini juga terdapat shuttle di dermaga kapal di Brondong yang melayani rute menuju Bawean, Kalimantan dan Sulawesi. Sehingga bisa mempermudah transportasi penumpang kapal.
"Jumlah armada bus Trans Jatim koridor IV yang disediakan, sebanyak 15 unit. Dengan pembagian 7 unit dari Gresik - Paciran, dan 7 unit dari Paciran -Gresik. Sedangkan 1 unit untuk cadangan," katanya.
Sementara itu anggota Komisi D DPRD Jatim MH Rofiq mengatakan titik shelter perlu diatur agar tidak menimbulkan kemacetan baru.
Menurutnya terutama di wilayah antara exit tol Manyar hingga Sidayu tergolong daerah rawan kemacetan dan kecelakaan.
"Kami juga berharap pemkab Gresik bisa mendorong pihak JIIPE segera membuat jembatan layang agar keluar masuknya kendaraan tidak menimbulkan kemacetan di jalur pantura," jelasnya.
Kadishub Gresik Chusaini menjelaskan untuk jalur koridor IV, pihaknya juga sudah membuat aturan pembatasan bagi truk muatan untuk beroperasi pada jam 05.00 - 08.00 dan jam 15.00 - 18.00 melalui jalur Sidayu hingga Manyar.
"Kami juga berharap pemkab Gresik bisa mendorong pihak JIIPE segera membuat jembatan layang agar keluar masuknya kendaraan tidak menimbulkan kemacetan di jalur pantura," jelasnya.
Kadishub Gresik Chusaini menjelaskan untuk jalur koridor IV, pihaknya juga sudah membuat aturan pembatasan bagi truk muatan untuk beroperasi pada jam 05.00 - 08.00 dan jam 15.00 - 18.00 melalui jalur Sidayu hingga Manyar.
"Solusinya kami telah sediakan shelter yang bisa memuat 110 kendaraan besar di Desa Ngawen dan pos jaga di exit tol Manyar. Alhamdulillah kemacetan bisa sedikit berkurang pada jam-jam sibuk dan laka lantas juga bisa menurun," pungkasnya. (mus/jay)