Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dilaunching Agustus 2024, Berapa Tarif Bus Trans Jatim Koridor IV Gresik-Paciran?

Mus Purmadani • Minggu, 2 Juni 2024 | 20:35 WIB
TUNGGU: Bus Trans Jatim koridor 1 Gresik-Sidoarjo disebut memiliki banyak peminat sehingga keberadaannya harus dipertahankan. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
TUNGGU: Bus Trans Jatim koridor 1 Gresik-Sidoarjo disebut memiliki banyak peminat sehingga keberadaannya harus dipertahankan. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim terus mematangkan operasional bus Trans Jatim koridor IV Gresik-Paciran.

Rencananya, koridor IV ini akan dilaunching pada Agustus mendatang.

Untuk mematangkan operasional koridor ini, Komisi D DPRD Jatim dan Dishub Jatim intens koordinasi dengan Pemkab Gresik sebagai pemilik wilayah.

Jumat (31/5) lalu, rombongan Komisi D DPRD Jatim yang membidangi pembangunan dipimpin langsung ketuanya, dr Agung Mulyono, didampingi Kepala Dishub Jatim Dr Nyono bersama jajarannya, diterima oleh Asisten Perekonomian Sekkab Gresik Misbahul Munir, Kepala Bappeda Gresik Edy Siswoyo dan Kadishub Gresik Chusaini.

Agung Mulyono mengatakan, tujuan kunjungan kerja ini untuk sharing dan evaluasi program bus Trans Jatim yang melewati Gresik, yakni koridor I Gresik - Sidoarjo, koridor III Gresik – Mojokerto, dan koridor IV Gresik - Paciran yang akan dilaunching Agustus mendatang.

"Kabar baiknya adalah operasional koridor I dan koridor III dinilai sangat bagus dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Sehingga koridor IV juga perlu dilanjutkan," ujar politikus partai Demokrat itu.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi D, Ashari berharap pemprov Jatim semakin intens berkoordinasi dengan Pemkab Gresik untuk persiapan launching bus Trans Jatim koridor IV, sehingga saat beroperasi tidak menimbulkan persoalan baru.

"Trans Jatim ini transportasi publik yang diinisiasi Pemprov Jatim untuk konektivitas wilayah anglomerasi Gerbangkertasusila, sekaligus bisa mengurangi kemacetan dan mengurangi laka lantas serta membantu masyarakat kecil karena tarifnya terjangkau, aman, nyaman dan tepat waktu,” ungkap Ashari.

Ia juga berharap terminal tipe B yang menjadi kewenangan provinsi, bisa lebih diberdayakan dengan adanya bus Trans Jatim.

Khususnya Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) Surabaya yang sampai saat ini belum bisa dilalui bus Trans Jatim.

Padahal dalam waktu dekat koridor V Surabaya-Bangkalan, juga akan dilaunching pada 13 Oktober, bertepatan Hari Jadi Pemprov Jatim ke-79.

MH Rofiq, anggota Komisi D lainnya menambahkan bahwa koridor IV itu khususnya di wilayah antara exit tol Manyar hingga Sidayu, tergolong daerah rawan kemacetan dan kecelakaan.

Sehingga perlu diatur betul titik shelter agar tidak menimbulkan kemacetan baru.

"Kami juga berharap Pemkab Gresik bisa mendorong pihak JIIPE segera membuat jembatan layang agar keluar masuknya kendaraan tidak menimbulkan kemacetan di jalur pantura," jelasnya.

Ia sepakat pada jam-jam sibuk, berangkat dan pulang kerja bus Trans Jatim durasinya dipercepat agar para pekerja bisa memanfaatkan dengan maksimal.

Kadishub Jatim Nyono menjelaskan bahwa dua dari tiga koridor Trans Jatim yang sudah beroperasi berada di wilayah Gresik, yakni koridor I Gresik-Sidoarjo dan koridor III Gresik-Mojokerto.

Bahkan koridor IV yang akan dilaunching Agustus mendatang rutenya juga melalui Terminal Bunder Gresik hingga Terminal Paciran Lamongan.

"Koridor IV Gresik-Paciran itu jarak tempuhnya 52 KM dengan waktu tempuh 1 jam 50 menit terdapat 23 shelter dari Gresik-Paciran dan 23 shelter dari Paciran - Gresik dengan biaya Rp 5 ribu rupiah dengan layanan tepat waktu, aman dan nyaman, " ujarnya.

Jumlah armada bus transjatim koridor IV yang disediakan, lanjut Nyono ada sebanyak 15 unit.

Dengan pembagian tujuh unit dari Gresik-Paciran, dan tujuh unit dari Paciran-Gresik. Sedangkan satu unit untuk cadangan.

"Koridor IV ini juga terdapat shelter di dermaga kapal di Brondong yang melayani rute menuju Bawean, Kalimantan dan Sulawesi sehingga bisa mempermudah transportasi penumpang kapal," ungkapnya.

Bersamaan launching koridor IV, kata Nyono pihaknya juga akan mengoperasionalkan Trans Jatim Luxury di koridor I Gresik-Sidoarjo untuk solusi load factornya sudah diatas 100 persen.

Kelebihannya busnya nanti agak besar dan kursinya lebih bagus serta tidak ada penumpang yang berdiri.

“Trans Jatim Luxury ini sengaja untuk kalangan menengah ke atas, sehingga tarifnya juga berbeda kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu dari Gresik ke Sidoarjo. Jadwalnya juga hanya pada long weekend dan hari kerja pada jam-jam orang berangkat dan pulang kerja," jelasnya.

Kadishub Gresik Chusaini menjelaskan bahwa Trans Jatim sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Gresik.

Khusus untuk jalur koridor IV, pihaknya juga sudah membuat aturan pembatasan bagi truk muatan untuk beroperasi pada jam 5-8 pagi dan jam 15-18 petang melalui jalur Sidayu hingga Manyar.

"Solusinya kami telah sediakan shelter yang bisa memuat 110 kendaraan besar di Desa Ngawen dan pos jaga di exit tol Manyar. Alhamdulillah kemacetan bisa sedikit berkurang pada jam-jam sibuk dan laka lantas juga bisa menurun," ujarnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Komisi D DPRD Jatim #Gresik Paciran #Pemkab Gresik #Koridor IV #koridor 1 trans jatim #Surabaya Bangkalan #dishub jatim #Koridor V #Trans Jatim #Trans Jatim Luxury