SIDOARJO - Ketua Umum Yayasan Sapu Jagat Nusantara, Sri Setyo Pertiwi, memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia aktif melakukan pendampingan dan memberikan bantuan bagi warga berkebutuhan khusus dan tidak mampu.
Bersama Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi, pengusaha tambang itu baru-baru ini melakukan aksi peduli sosial dengan mengunjungi dan memberikan bantuan kepada Deni Rido Kasi Saputera, 6, anak yang menderita anus imperforata epilepsy atau atresia ani, yakni kelahiran tanpa anus.
Warga Desa Wilayut RT 08 RW 04, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo ini menderita kelainan yakni kelahiran tanpa anus. Selain itu, putera dari Anis Sulistiyani ini juga terdeteksi menderita down syndrome.
Sri Setyo Pertiwi atau yang akrab disapa Ning Tiwi mengatakan bahwa pihaknya bersama pemkab merespon laporan adanya warga kurang mampu yang membutuhkan bantuan.
Kemudian dengan pendampingan dari Yayasan Sapu Jagat Nusantara yang dipimpinnya melakukan aksi sosial dengan memberikan bantuan dan penanganan medis untuk anak yang mengalami kebutuhan khusus.
”Awalnya kita menggelar baksos untuk warga yang kurang mampu dengan memberikan sembako. Ternyata ada warga di sini yang membutuhkan bantuan lebih lanjut,” katanya saat ditemui di lokasi.
Wabup Sidoarjo Subandi menyampaikan keprihatinannya atas ujian yang menimpa ananda Deni. Mantan anggota DPRD Sidoarjo itu juga telah menugaskan Dinas Kesehatan untuk mengawal tindakan medis maupun pengobatannya sampai pulih. Termasuk penanganan operasi gratis untuk ananda Deni.
Tak hanya itu, Ning Tiwi selaku ketua umum Yayasan Sapu Jagat Nusantara juga melakukan kunjungan dan memberikan bantuan pada keluarga ananda Raffi, warga Tulangan, Sidoarjo, yang mengalami disabilitas.
Ia menyampaikan kunjungannya ke ananda Raffi adalah kesekian kalinya untuk memberikan semangat pada keluarganya yang memiliki anak dengan disabilitas.
"Kita dari yayasan Sapu Jagat Nusantara sudah mengupayakan adik Raffi untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah melalui dinas terkait. Alhamdulillah Wabup Sidoarjo H. Subandi langsung menyikapinya," tandas Ning Tiwi.
Wabup H. Subandi juga menyatakan bahwa pihaknya selalu mencarikan solusi agar Raffi bisa sembuh. Untuk itu, ia berpesan kepada Camat, Kades serta petugas PKH dan pihak terkait agar membantu M. Raffi dengan mendampinginya ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.
Subandi juga berharap pihak desa membantu warganya yang membutuhkan dengan menggunakan anggaran desa yang nilainya cukup besar. Anggaran dari pemerintah pusat ini diharapkan bermanfaat bagi kondisi masyarakat seperti ini.
"Dan sekali lagi saya katakan, jangan melihat rumahnya berlantai keramik, namun lihatlah orang yang menghuni, apakah orang itu mengalami kesulitan atau tidak, bekerja atau bagaimana. Itu yang perlu cepat disikapi. Keluarga yang mempunyai anak disabilitas seperti ini, perlu penanganan cepat," kata Wabup H. Subandi. (jay)
Editor : Jay Wijayanto