Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sempat Tersesat Akibat Kabut, Dua Pendaki Gunung Penanggungan Asal Surabaya Ditemukan Selamat oleh Tim SAR Gabungan

Jay Wijayanto • Selasa, 23 April 2024 | 20:24 WIB
DIEVAKUASI: Kedua survivor diserahkan ke keluarga setelah dievakuasi tim SAR gabungan Senin (22/4) dini hari.
DIEVAKUASI: Kedua survivor diserahkan ke keluarga setelah dievakuasi tim SAR gabungan Senin (22/4) dini hari.

RADAR SURABAYA - Dua pendaki Gunung Penanggungan asal Asemrowo, Surabaya, akhirnya berhasil ditemukan selamat setelah sempat dilaporkan tersesat sejak Minggu (21/4).

Dua pendaki tersebut adalah Moh. Saiful Nasir, 19, dan Ikbal Asbullah, 19.

Keduanya ditemukan Tim SAR Gabungan pada Senin (22/4) karena terjebak kabut di ketinggian sekitar 1.300 mdpl.

Saiful dan Ikbal mulai mendaki Gunung Penanggungan sekitar pukul 10.00 pada Minggu (21/4), setelah melakukan registrasi di Pos Pendakian Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro.

Keduanya sudah berencana mendaki gunung setinggi 1600 mdpl tersebut tanpa ngecamp.

Sayangnya, dalam perjalanan turun dari puncak Pawitra, keduanya tersesat akibat kabut tebal dan hujan.

Mereka mestinya mereka turun ke utara jalur arah Kunjorowesi, tetapi justru ke arah timur.

“Sekitar pukul 19.00, mereka tersesat ke timur wilayah Wonosunyo, Pasuruan. Mereka langsung lapor ke 112,’’ ungkap Fatku, relawan Galena Rescue.

TERSELAMATKAN: Dua pendaki asal Kota Surabaya berhasil dievakuasi tim SAR gabungan di pos pendakian Gunung Penanggungan Kunjorowesi, Ngoro, Senin (22/4) dini hari.
TERSELAMATKAN: Dua pendaki asal Kota Surabaya berhasil dievakuasi tim SAR gabungan di pos pendakian Gunung Penanggungan Kunjorowesi, Ngoro, Senin (22/4) dini hari.

Begitu mendapatkan laporan, tim SAR gabungan segera bertindak. 

’’Dari BPBD Pasuruan langsung meneruskan ke kami yang ada di wikayah terdekat. Kami arahkan para survivor untuk menunggu di titik itu sebelum baterai HP-nya habis,’’ bebernya.

Tim SAR gabungan dari Basarnas Surabaya, BPBD Pasuruan dan Mojokerto, TNI/Polri, SAR Penanggungan, Galena Rescue, LPBI NU Mojokerto dan warga setempat langsung menuju titik koordinat survivor berada.

’’Sekitar pukul 00.00, kita ketemu survivor. Alhamdulillah mereka selamat dan tidak cedera,’’ terang Fatkur.

Menurut dia, kedua survivor berhasil dievakuasi di Pos Kunjorowesi sekitar pukul 02.30. Kondisi Saiful sudah lemas akibat kelelahan. Seluruh perbekalan dan air minum sudah habis.

’’Tidak sampai hypothermia, tapi kelelahan. Jadi waktu dievakuasi (Saiful) digendong tim SAR,’’ paparnya.

Setelah kondisi kedua survivor ini benar-benar membaik, mereka lantas diserahkan ke keluarga.

’’Nggak sampai dibawa ke rumah sakit, kondisinya tidak parah. Di pos sudah ditunggu keluarganya, mereka tetangga rumah,’’ tandas tim Galena Rescue ini, seraya mengimbau para pendaki pemula menyiapkan berbagai bekal dengan matang sebelum hiking. (vad/fen/jpr/nug)

Editor : Jay Wijayanto
#kabut #gunung penanggungan #Galena Rescue #pendaki #tersesat