RADAR SURABAYA - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur tengah merumuskan daftar nama-nama jemaah haji yang akan masuk ke dalam kelompok terbang (kloter).
Rencananya nama-nama calon jemaah haji (CJH) sudah masuk ke dalam kloter akan rampung dalam satu sampai tiga hari ke depan.
Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Abdul Haris mengatakan saat ini pihak Saudi Arabia Airlines sudah mengirimkan jadwal penerbangan masing-masing kloter dari 1-106 kloter untuk Embarkasi Surabaya.
Sedangkan untuk pengisian nama-nama CJH yang masuk dalam masing-masing kloter pihaknya akan merampungkan dalam waktu dekat ini.
"Jadwal kita (penerbangan, Red) sudah dapat dari Saudi Arabia kemarin. Untuk pengisian nama-nama jemaah ke dalam kloter masih proses. Mudah-mudahan dalam satu sampai tiga hari ke depan sudah bisa kita sampaikan," kata Haris, Selasa (16/4).
Sedangkan untuk manifest untuk permohonan visa Harris mengaku akan rampung pada 20 Syawal atau 29 April mendatang.
"Untuk request (permohonan) visa rampung 20 Syawal. Waktunya masih mencukupi," jelasnya.
Para CJH yang tergabung dalam Embarkasi Surabaya akan masuk ke Asrama Haji Sukolilo 11 Mei sedangkan untuk penerbangan pertama 12 Mei.
"Untuk Embarkasi Surabaya jemaah masuk asrama haji tanggal 11 Mei dan 12 Mei penerbangan pertama," ujar Haris.
CJH asal Jawa Timur yang sudah fix berangkat haji di tahun ini mencapai 37.270 orang yang semula 35.152 orang.
Haris mengaku CJH asal Jawa Timur mendapatkan penambahan 2.118 orang.
"Jadi jemaah haji untuk Jawa Timur menjadi terbanyak se-Indonesia karena kami mendapatkan tambahan 2.118 jemaah. Jadi total 37.270 jemaah asal Jawa Timur," ungkapnya.
Pada jemaah haji tahun ini Embarkasi Surabaya menggunakan pesawat Saudi Arabia Airlines dengan kapasitas 371 jemaah haji plus petugas haji sebanyak lima orang.
Kapasitas pesawat yang ditumpangi lebih kecil dibandingkan haji tahun lalu yang satu kloter bisa terangkut 450 jemaah plus petugas haji di tiap kloter dengan jumlah sebanyak 84 kloter.
Untuk kloter pertama berasal dari wilayah kerja (wilker) Bojonegoro.
Sementara itu di Embarkasi Surabaya selain Provinsi Jawa Timur juga ada Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Untuk Jawa Timur mendapatkan 102 kloter, Bali mendapatkan dua kloter dan NTT sebanyak dua kloter. Jadi total ada 106 kloter di Embarkasi Surabaya," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa