RADAR SURABAYA – Sepanjang 1.421 kilometer (km) jalan Provinsi Jawa Timur akan menjadi jalur mudik pada lebaran Idul Fitri 2024.
Namun, jalan tersebut belum sepenuhnya dalam kondisi baik.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Jawa Timur Edy Tambeng Widjaja, Senin (8/4).
Ia mengatakan kemantapan jalan jelang lebaran Idul Fitri tahun ini mengalami peningkatan 0,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika tahun 2023 kemantapan jalan mencapai 89,10 persen, tahun ini naik menjadi 89,25 persen.
“Artinya ini kemantapan jalan tahun ini lebih baik dibanding sebelumnya. Persentase tersebut menandakan kalau jalur cukup layak dilewati untuk pulang kampung. Sementara sisanya, bukan mengalami kerusakan parah. Hanya bergelombang dan beberapa berlubang kecil. Akan kami perbaiki tahun ini,” jelasnya.
Edy menambahkan, tahun ini pihaknya mendapat anggaran untuk pembangunan dan perawatan jalan sebanyak Rp 40 miliar.
Dana tersebut dipakai untuk perbaikan jalan di sejumlah lokasi.
“Saat ini, kami terus melakukan pengecekan. Tujuannya agar jalan provinsi di Jatim yang akan dilintasi pemudik benar-benar layak dan mantap. Kemantapan jalan ini akan berpengaruh pada kelancaran mudik,” katanya.
Masyarakat atau pemudik pun dipersilakan untuk melaporkan ke DPUBM jika mengetahui jalanan provinsi yang rusak.
Nantinya, laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan cara dicek kemudian dilakukan perbaikan.
“Kami sudah menyiapkan call center dan menyiagakan alat berat selama 24 jam,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali, Nanang Permadi mengatakan, saat ini kondisi Jalan Nasional (non tol) di Jatim terdiri dari 2.261 kilometer dengan kondisi kemantapan 98,22 persen.
Serta, jembatan sepanjang 33.521 meter dengan kondisi kemantapan 86,36 persen.
Artinya Jalan Nasional, Pansela, dan Fly Over Djuanda bisa digunakan mudik lebaran 2024
“Sementara terkait pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan (Pansela) Jatim yang tertuang dalam Perpres 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Provinsi Jawa Timur menyebut, ada delapan kabupaten di pesisir selatan Jawa Timur yaitu Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi,” ungkapnya.
Diketahui, Pansela Jatim memiliki panjang total 628,39 kilometer dan sudah terbangun sepanjang 386,91 kilometer.
Sementara itu, BBPJN Jatim – Bali juga menjelaskan progres pembangunan Jalan Tol Probolingo-Banyuwangi yang terdiri dari tujuh bagian, dengan total panjang 176,4 kilometer.
“Pada bagian pertama sampai dengan ketiga atau panjang 49,68 kilometer, saat ini sedang dalam masa konstruksi dan ditargetkan selesai pada Desember 2024. Sedangkan bagian keempat sampai ketujuh akan dikerjakan setelah tahun 2024,” jelas Nanang.
Progres konstruksi per tanggal 10 Maret 2024 untuk bagian pertama telah rampung sebesar 50,04 persen, bagian kedua rampung sebesar 33,82 persen. Serta, bagian ketiga rampung sebesar 22,62 persen.
Untuk mendukung kelancaran Jalur Lebaran 2024, Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo Timur-Simpang Susun Gending dengan panjang 9,1 kilometer, telah beroperasi dengan tarif per tanggal 3 Maret.
Ia menambahkan, Fly Over Juanda juga akan difungsionalkan mulai tanggal 2 April hingga 19 April, untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dari Surabaya dan Sidoarjo menuju Bandara lntemasional Juanda.
Pihaknya, juga mengimbau pengguna jalan untuk mewaspadai titik-titik ruas jalan yang rawan kepadatan maupun bencana alam.
Terdapat 27 titik rawan kemacetan yang tersebar di seluruh Provinsi Jawa Timur. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa