Menurutnya anggaran KONI Jatim ini sangat ketinggalan dengan daerah lain.
"Apalagi untuk cabor (cabang olahraga) sepak bola tidak ada. Tapi saya minta kemarin juga anggarannya melalui itu minimal harus sama dengan pada saat pelaksanaan. Saya sudah minta kemarin, agar pada P-APBD mendahului
anggarannya minimal harus sama dengan pada saat pelaksanaan PON di Papua (tahun 2021," ujar Kodrat yang juga ketua Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) ini, Kamis (4/10).
Kodrat mengatakan anggaran Jatim untuk pengembangan prestasi olahraga sangat minim dibandingkan daerah lainnya terutama dibandingkan DKI Jakarta dan Jawa Barat. Meski demikian prestasi olahraga Jawa Timur tidak pernah kalah.
"Artinya dengan jumlah anggaran yang kecil kita juga ada prestasi ke arah peningkatan," katanya.
"Harapan saya nanti kepada Gubernur yang baru, syukur kalau berkelanjutan (Khofifah Indar Parawansa) agar prestasi olahraga harus menjadi perhatian khusus. Karena olahraga itu adalah kebanggaan dan harga diri Jawa Timur sehingga harus diperjuangkan," imbuhnya.
Menurut Kodrat, perhatian khusus tersebut meliputi penambahan anggaran. Selain itu juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang orientasinya meningkatkan kualitas dan kesejahteraan dari atlet.
"Mekanisme penambahan anggaran ini harus pada P-APBD mendahului. Maka dari itu KONI Jatim jangan sampai ketinggalan mengajukan surat penambahan anggaran.
Seperti sebelumnya, ada P-APBD mendahului, tapi KONI Jatim terlewati karena tidak mengajukan surat penambahan anggaran," ungkapnya. (mus/rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan