RADAR SURABAYA - Bus Trans Jatim trayek Gresik-Mojokerto terguling hingga nyemplung ke kebun cabai di Jalan Raya Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, Kamis (28/3).
Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur memastikan hal tersebut tidak menggangu layanan pada masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono ketika dikonfirmasi usai gelaran Nuzulul Quran di Masjid Islamic Center Surabaya, Kamis (28/3) malam, mengatakan
pihaknya sudah menyiapkan dua bus cadangan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada kejadian yang tidak diinginkan, seperti mogok, kecelakaan, dan lainnya.
"Bus yang terguling sudah diderek dan tidak ada persoalan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya dua orang yang mengalami luka ringan dan keduanya sudah dibawa ke puskesmas terdekat," ujarnya.
Diketahui bus Trans Jatim yang dikemudikan Widodo Widjanarko yang mengangkut tujuh penumpang ini terperosok hingga terguling di area kebun cabai.
Bus terguling karena menghindari sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan lantaran berupaya menyalip sebuah mobil dari sisi kanan, Kamis (28/3) pukul 13.00.
"Bus berupaya menghindari sepeda motor hingga terperosok ke arah elevasi yang lebih rendah dan terguling di persawahan. Artinya ini sebuah insiden. Tidak karena ugal-ugalan. Juga bukan human error. Sebab kalau tidak dihindari, motor itu pasti akan ketabrak," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono memastikan Pemprov Jatim akan melakukan investigasi dan evaluasi.
"Kami akan dalami ya, apa faktor penyebab dari kecelakaan itu pasti Pak Kadishub Jatim akan bertanggung jawab," kata Adhy.
Adhy menegaskan Pemprov Jatim akan bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
Semua biaya perawatan untuk korban luka-luka akan ditanggung Pemprov Jatim.
"Kalau memang ada korban itu transmoda dari Jatim, tanggung jawab provinsi Jawa Timur dan kita akan cari solusinya untuk mengatasi itu. Otomatis korban luka ada asuransi dan kalau tidak kami tegaskan akan kami cover transportasi publik dari provinsi," tegasnya.
Lebih lanjut Adhy mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti faktor-faktor yang menjadi penyebabnya. Mulai dari kendaraan, sopir atau faktor lain. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa