RADAR SURABAYA – Masuk musim penghujan, berbagai bencana alam mulai muncul.
Salah satunya adalah bencana alam tanah gerak yang terjadi di Jombang.
Bencana tanah gerak tepatnya terjadi di Kecamatan Wonosalam, Jombang.
Berkaitan dengan bencana tersebut, Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto bersama Tim Pemprov Jatim meninjau lokasi untuk melihat perkembangan bencana tanah gerak itu.
"Setelah meninjau dan berdiskusi dengan perwakilan warga dan perangkat desa di sini, rekomendasi mendesak atas kejadian tanah gerak ini adalah relokasi," ujar Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/3).
Tahun lalu, tepatnya di bulan Februari, bencana tanah gerak terjadi di Kecamatan Wonosalam, Jombang.
Setelah berselang setahun, rekahan tanah yang berada di Dukuh Sumberlamong, Dusun Jumok, Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam itu, kini kondisinya semakin mengkhawatirkan.
Lebih lagi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah ini, Rabu malam (6/3) lalu.
Karena itu, sebanyak 34 jiwa telah mengungsi di rumah saudaranya akibat rusaknya 12 unit rumah di wilayah setempat.
Berdasar assessment di lokasi, gerakan tanah di lokasi telah membuat tanah amblas sekitar 50-70 cm.
Tanah gerak juga membuat jaringan irigasi rusak, jaringan listrik rusak.
Wilayah RT 03 RW 4 Dusun Jumok, Desa Sambirejo terisolasi, kecuali akses kendaraan roda dua.
Terkait upaya tersebut, Tim BPBD Jatim akan berkoordinasi dengan Pemkab Jombang dan perangkat Desa Sambirejo untuk pencarian lahan alternatif sebagai solusi relokasi warga terdampak. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa