Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sub PIN Polio Putaran Kedua di Jatim Sudah Mencapai 1.228.912 Anak. Berapa Total Anak Yang Harus Diimunisasi?

Mus Purmadani • Kamis, 22 Februari 2024 | 16:07 WIB

 

CANTIK: Anak usia 0-7 tahun menjadi sasaran imunisasi polio di Jatim. (ANDY S/RADAR SURABAYA)
CANTIK: Anak usia 0-7 tahun menjadi sasaran imunisasi polio di Jatim. (ANDY S/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim) menggelar Sub PIN Polio putaran kedua secara serentak di seluruh wilayah Jatim.

Anak usia 0-7 tahun menjadi sasaran imunisasi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim Erwin Astha Triyono menjelaskan, Sub PIN Polio dilaksanakan dengan memberikan imunisasi novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2) kepada seluruh sasaran.

Yaitu anak usia 0-7 tahun tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

“Sub PIN Polio dilaksanakan sebanyak dua putaran,” ungkap Erwin, Kamis (22/2).

Putaran pertama mulai 15-21 Januari 2024 dan putaran kedua mulai 19-25 Februari 2024.

“Bagi masyarakat yang memiliki anak usia 0-7 tahun, segera bawa anaknya ke posyandu, puskesmas, dan pos imunisasi terdekat lainnya untuk mendapatkan imunisasi tetes polio,” lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa capaian jumlah anak yang diimunisasi pada kegiatan Sub PIN Polio putaran pertama yang dilaksanakan serentak di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur sebanyak 4.700.636 anak.

Capaian itu 105,93 persen dari jumlah sasaran anak usia 0-7 tahun sebanyak 4.437.679 anak.

Sedangkan capaian jumlah anak yang diimunisasi pada kegiatan Sub PIN Polio putaran kedua per tanggal 19 Februari 2024 sebanyak 1.228.912 anak.

Jumlah itu 27,69 persen dari jumlah sasaran anak usia 0-7 tahun sebanyak 4.437.679 anak.

“Polio merupakan salah satu penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ingat Erwin.

“Jika virus polio masuk ke dalam tubuh anak yang belum mendapatkan imunisasi polio atau imunisasi polionya tidak lengkap, virus akan sangat mudah berkembang biak di dalam saluran pencernaan dan menyerang sistem saraf anak sehingga menyebabkan kelumpuhan,” jelasnya.

Selain imunisasi, lanjut Erwin, perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci penting dalam pencegahan penularan polio di masyarakat.

Mengingat cara penularan virus polio ini adalah melalui fecal oral.

“Kita harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ingatnya.

Erwin mencontohkan perilaku hidup bersih di antaranya buang air besar (BAB) di jamban dengan septic tank.

Lalu, membuang sampah popok bayi di tempat sampah.

“Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air merupakan hal penting yang harus kita lakukan untuk mencegah penularan virus polio ini,” ujar Erwin.

Menurutnya masa Inkubasi virus polio sekitar 3-6 hari dan kelumpuhan terjadi dalam waktu 7 - 21 hari.

Gejalanya berupa demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher dan nyeri pada tungkai.

“Jika menemui gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” pungkasnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Erwin Astha Triyono #imunisasi polio #imunisasi anak #Putaran Kedua #Sub PIN Polio #dinkes jatim