Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sidak ke Pasar Tambahrejo, Surabaya, dan Pasar Larangan, Sidoarjo, Pj Gubenur Jatim Temukan Kenaikan Harga Bahan Pangan

Mus Purmadani • Minggu, 18 Februari 2024 | 16:46 WIB
CEK: Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono meninjau Pasar Tambahrejo, Surabaya dan Pasar Larangan, Sidoarjo untuk mengecek stok maupun harga bahan pangan. (MUS P/RADAR SURABAYA)
CEK: Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono meninjau Pasar Tambahrejo, Surabaya dan Pasar Larangan, Sidoarjo untuk mengecek stok maupun harga bahan pangan. (MUS P/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono turun langsung meninjau stok bahan pangan atau bahan pokok di Pasar Tambahrejo, Surabaya dan Pasar Larangan, Sidoarjo, Sabtu (17/2).

Didampingi Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI Fanshurullah Asa, saat meninjau Pasar Tambahrejo Surabaya, Pj. Gubernur Adhy langsung berdialog dengan satu per satu pedagang.

Adhy Karyono menanyakan update stok harga pangan yang dijual.

Bahan pangan yang ditinjau di antaranya adalah beras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, cabai rawit, daging sapi, daging ayam serta beberapa bahan pokok lainnya.

Hal serupa juga dilakukan saat meninjau Pasar Larangan, Sidoarjo.

Pihaknya ingin memastikan bahwa stok bahan pangan di Jatim dalam kondisi aman dan harganya terkendali.

Usai meninjau kedua pasar tersebut, Pj Gubernur Adhy menyampaikan, agar masyarakat tidak khawatir.

Karena setelah dilakukan sidak, dipastikan seluruh stok bahan pokok tersedia.

"Hari ini saya senang semua leading sektor melakukan operasi pasar terpadu bersama-sama. Setelah kita sidak, semua stok bahan pokok tersedia dan beberapa harga kita lihat masih normal," kata Adhy.

Kendati stok tersedia, Pj Gubernur Adhy menemukan beberapa bahan pokok mengalami kenaikan di atas HET (harga eceran tertinggi).

Di Pasar Tambahrejo misalnya, untuk beras medium mengalami kenaikan sebesar Rp 482 per kilogram.

Dari harga awal Rp 11.335 pr kg menjadi Rp 11.817 per kg atau naik 4,25 persen.

"Sedangkan tingkat kenaikan beras premium sebesar Rp 1.082 per kg, dari Rp 13.877 per kg menjadi Rp 14.959 pr kg atau naik 7,80 persen," jelasnya.

Hal serupa juga ia temukan di Pasar Larangan, Sidoarjo.

Rata-rata kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional ini berada di kisaran Rp 5.000 hingga Rp 10.000

Harga bawang putih misalnya, mengalami kenaikan dari Rp 36.000 per kg menjadi Rp 40.000 per kg.

Berikutnya untuk cabai rawit mengalami kenaikan, dari Rp 75.000 per kg menjadi Rp 85.000 per kg.

Sementara untuk harga bawang putih di Pasar larangan, Sidoarjo, tidak mengalami kenaikan.

Yakni dijual dengan harga Rp 33.000 per kg.

"Khusus cabai rawit, karena musim hujan ada persoalan memanage stok agar bisa digunakan dan tahan lama. Ini yang sedang kita upayakan untuk mengatur semua," katanya.

Meski beberapa bahan pokok mengalami kenaikan, Pj Gubernur Adhy memastikan harga tersebut adalah yang terendah di pulau Jawa.

Berdasarkan data dari badan Pangan Nasional (Bapanas) per 16 Februari, harga beras medium di Jatim sebesar Rp 12.980 per kg.

Harga di Jatim ini diketahui adalah yang paling rendah jika dibandingkan dengan provinsi lain seperti DKI Jakarta Rp 13.630 per kg, Jawa Barat Rp 14.890 per kg, Jawa Tengah Rp 14.930 per kg, DIY Rp 14.480 per kg, dan Banten Rp 13.890 per kg.

Sedangkan harga beras premium di Jawa Timur sebesar Rp 15.430 per kg.

Harga di Jatim ini juga paling rendah jika dibandingkan dengan provinsi lain seperti DKI Jakarta yakni Rp 13.630 per kg, Jawa Barat sebesar Rp 14.890 per kg, Jawa Tengah Rp 14.930 per kg dan DIY Rp 14.480 per kg.

"Kalau kita mau bandingkan, harga kita adalah yang paling rendah se-pulau Jawa. Tentu ini kita apresiasi kerja keras semua kepala daerah yang selalu melakukan operasi pasar seperti ini," terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kenaikan harga beras dipicu oleh menurunnya produksi beras pada bulan Januari sebesar 185.871 ton dan perkiraan produksi bulan Februari sebesar 389.472 ton.

Hal ini mengakibatkan Harga Gabah Kering (HKG) panen di tingkat petani sebesar Rp 7.410 per kg yang lebih tinggi 48,2 persen dibandingkan harga acuan yang ditetapkan pemerintah yang sebesar Rp. 5.000 per kg.

"Kondisi tersebut mengakibatkan kenaikan harga beras di tingkat konsumen. Akhirnya seluruh pedagang menaikkan harga sesuai dengan harga beras yang dibeli dari distributor maupun agen. Ini yang akan kita cari bersama untuk mengatur strategi dan memberikan intervensi kepada distributor maupun agen," jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan beras, lanjut Adhy, Pemprov Jatim bersama Bulog telah memberikan bantuan sosial beras kepada distributor untuk memasok kebutuhan semua pasar sehingga kebutuhan beras dan harganya cukup.

"Bulog telah meningkatkan cadangan beras pemerintah baik melalui realisasi impor maupun penyerapan beras komersial dari petani melalui mitra Bulog yang ada di Kabupaten Kota di Jatim," ujarnya.

"Selain itu, beras komersial Bulog didistribusikan, baik ke pasar rakyat maupun retail modern. Saat ini Bulog telah mengisi pasokan beras di retail modern seperti Superindo, Alfamidi, Indogrosir, Lotte, dan retail modern lainnya," tambahnya.

Di akhir, Pj Gubernur Adhy Karyono menegaskan pemerintah daerah dan para pihak terkait akan terus memantau perkembangan harga beras secara intensif dan real time.

Jika sewaktu- waktu ada ketidakwajaran harga yang berarti, akan segera mengambil langkah-langkah intervensi konstruktif agar harga kembali stabil.

"Seperti pasar murah, subsidi transportasi, sampai dengan penindakan jika terdapat pelanggaran pasar," pungkasnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Harga Pangan Naik #Harga Beras Mahal #Adhy Karyono #pj gubernur jatim #pasar larangan #pasar tambahrejo