RADAR SURABAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur merespons cepat kejadian bencana angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sidoarjo, Minggu (4/2).
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Tim Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) langsung mengunjungi lokasi kejadian, Senin (5/2).
Tepatnya di Desa Kedungwonokerto Kecamatan Prambon, Sidoarjo.
Mereka juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga terdampak.
Selain meninjau sejumlah rumah warga terdampak, Gatot juga meninjau sejumlah fasilitas uum (fasum) yang mengalami kerusakan.
Di antaranya Musala Waqaf Al-Hijrah di Dusun Tanggungan Barat, Desa Kedungwonokerto dan SDN Kedungwonokerto di lokasi setempat.
Dalam kesempatan ini, Tim BPBD Jatim juga menyerahkan sejumlah bantuan.
“Kita juga akan memberikan bantuan material untuk musholla dan sekolah yang terdampak, juga rumah milik warga disabilitas,” terangnya.
Dijelaskan Gatot, bencana angin kencang yang terjadi Minggu sore (4/2), mengakibatkan seorang warga meninggal dunia, yaitu Nur Kholilah, 54.
Bencana angin kencang itu juga menyebabkan dua warga mengalami luka sedang, dan 21 rumah mengalami rusak ringan.
Berdasar assessment sementara BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Sidoarjo, secara kumulatif, kerusakan rumah di sejumlah desa di Kecamatan Prambon sebanyak 129 unit.
“Selain di Prambon, kejadian angin kencang juga terjadi di wilayah lain, seperti di Kecamatan Krian, Balongbendo dan Kecamatan Tarik, dengan dampak keseluruhan mengakibatkan 225 unit rumah mengalami rusak ringan,” pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa