Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

KPK Amankan 10 Orang Termasuk ASN dalam OTT di Sidoarjo, Dugaan Pemotongan Insentif Pajak dan Retribusi Daerah

Jay Wijayanto • Sabtu, 27 Januari 2024 | 15:59 WIB
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.

JAKARTA - Kepala Bagian Pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri membenarkan bahwa pihaknya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Sidoarjo dan mengamankan sebanyak 10 orang, termasuk beberapa ASN dan pejabat di lingkungan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo.

“Terkait dengan kegiatan di Sidoarjo, kami sampaikan memang betul ada kegiatan KPK di sana dan sekarang masih berproses kegiatan dimaksud, sehingga tentu kami belum dapat menyampaikan secara utuh dan lengkap,” ucap Ali saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (26/1).

Ali mengatakan OTT tersebut terkait dugaan pemotongan pembayaran insentif pajak dan retribusi daerah. Ia mengungkap, sebagian yang diamankan merupakan aparatur sipil negara (ASN) daerah setempat. "Ada sekitar 10 orang yang diperiksa," kata dia.

Namun begitu, Ali belum bisa mengumumkan siapa saja yang terjaring OTT. Ia juga belum menjelaskan bagaimana konstruksi dimaksud karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

“Untuk yang Sidoarjo, tadi informasi dari teman-teman ada yang sedang dalam proses pemeriksaan di sana (di Sidoarjo) dan ada juga yang sudah ada di sini (di Jakarta),” bebernya.

Salah satu ruangan BPPD Sidoarjo yang disegel KPK, Jumat (26/1/2024).
Salah satu ruangan BPPD Sidoarjo yang disegel KPK, Jumat (26/1/2024).

Sementara itu, Pemkab Sidoarjo memastikan jika layanan di kantor Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo tetap berjalan normal menyusul adanya beberapa ruangan yang telah disegel oleh KPK.

Wakil Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Pj Sekda Sidoarjo Andjar Surjadianto dan Kepala BKD Sidoarjo Makhmud terkait dengan layanan di kantor tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dan dipastikan layanan tetap berjalan seperti biasa," katanya saat dikonfirmasi via telepon.

Disinggung terkait dengan aparatur sipil negara (ASN) yang ditangkap oleh KPK dirinya mengatakan jika sampai saat ini masih belum bisa memberikan statemen pasti. "Saya tidak tahu kalau itu," katanya.

Dari info yang dihimpun, KPK mulai melakukan pemeriksaan sejumlah ASN di Sidoarjo tersebut sejak Kamis (25/1). Para ASN yang diduga terlibat dalam kasus tersebut sebanyak tiga orang dan juga pegawai bank.

Pelayanan di kantor BPPD Sidoarjo kemarin tampak sepi usai dilakukan penyegelan ruangan. Ruangan yang disegel tersebut salah satunya ruang Kabid Pajak Daerah BPHTB. (jpc/ant/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#asn #KPK #ott #Badan Pelayanan Pajak Daerah Sidoarjo #sidoarjo