RADAR SURABAYA - Selama dua pekan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) calon jemaah haji (CJH) Jawa Timur, baru mencapai 15,12 persen.
Artinya masih ada 38.482 CJH yang belum melunasi Bipih.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur Husnul Maram mengatakan, secara keseluruhan calon jemaah haji yang berhak melakukan pelunasan se-Jawa Timur sebanyak 45.335 CJH.
Pelunasan tahap pertama sudah dibuka sejak 10 Januari hingga 12 Februari.
"Yang melunasi (Bipih) baru 6.853 se-Jawa Timur, masih jauh dari 100 persen atau masih 15,12 persen. Sehingga yang belum melunasi masih 84,88 persen atau 38.482 jemaah," kata Maram, Selasa (23/1).
Lebih lanjut ia menjelaskan aturan pelunasan saat ini, jemaah haji harus dinyatakan sehat atau istitaah dari pemeriksaan puskesmas.
Sehingga masih banyak jemaah yang belum periksa kesehatan dan dinyatakan istitaah.
"Aturan sekarang kesehatan jemaah harus dipastikan telah lolos tes kesehatan yang mengeluarkan istitaah adalah dari Kemenkes melalui data di Siskohatkes," tuturnya.
Oleh karena itu ia berharap CJH segara mendatangi undangan pemeriksaan kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
Sehingga setelah dipastikan istitaah baru segera bisa melunasi.
"Mudahan-mudahan jemaah haji segera mendatangi undangan dari Dinkes untuk tes kesehatan apakah di rumah sakit atau puskesmas yang ditunjuk oleh pemerintah. Sehingga setelah itu dipastikan istitaah baru datang ke bank penerima setoran supaya tercatat keberangkatan haji tahun ini," harapnya.
Maram juga menjelaskan apabila ditahap pertama pelunasan hingga 12 Februari mendatang masih ada jemaah yang belum melunasi maka menunggu aturan dari Menteri Agama.
"Ya itu masih menunggu regulasi dari pusat apakah masih diperbolehkan untuk perpanjangan atau apakah sudah dinyatakan mundur?" terangnya.
Sementara itu Islamic Ecosystem Business Solutions Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Region VIII Surabaya Emir Syafial mengatakan jika jemaah belum mengupload data istitaah sebagai syarat pelunasan, maka belum bisa melakukan pelunasan.
"Memang butuh waktu juga mereka (CJH, Red) harus tes kesehatan baru kemudian dinyatakan sehat atau istitaah baru diupload ke Siskohatkes baru bisa melakukan pelunasan," kata Emir.
Sampai saat ini untuk pelunasan biaya perjalanan ibadah haji yang masuk ke BSI untuk CJH Jawa Timur sudah mencapai seribu lebih orang jemaah haji.
"Sudah ada ribuan jemaah untuk wilayah Jawa Timur yang sudah melakukan pelunasan di BSI," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Jay Wijayanto