Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Incar Negara-Negara OKI untuk Pasarkan Produk Pesantren OPOP Jatim, Adhy Karyono Tempuh Strategi Ini

Mus Purmadani • Rabu, 24 Januari 2024 | 19:11 WIB
MENARIK: Ketua OPOP Jatim Adhy Karyono (kanan) memperhatikan salah satu proudk yang dihasilkan pondok pesantren di Jatim di program OPOP. (MUS P/RADAR SURABAYA)
MENARIK: Ketua OPOP Jatim Adhy Karyono (kanan) memperhatikan salah satu proudk yang dihasilkan pondok pesantren di Jatim di program OPOP. (MUS P/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui One Pesantren One Product (OPOP) mulai menjalin kerja sama internasional.

Kali ini kerja sama OPOP itu dengan Serunai Commerce Malaysia.

Kerja sama ini sebagai upaya untuk memasarkan produk dari peserta OPOP ke kancah dunia.

Terlebih pemasaran ke negara-negara Islam seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Bentuk kerja sama ini ditandai dengan adanya penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Ketua OPOP Jatim Adhy Karyono dengan Direktur Serunai Commerce Group Amnah Shaari di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Kerja sama kedua belah pihak ini merupakan tindak lanjut pertemuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Islamic Development Bank (IsDB) di Jeddah, beberapa waktu lalu.

Ketua OPOP Jatim Adhy Karyono mengatakan kerja sama ini dilakukan tak lain untuk membawa produk-produk halal bisa go global dan masuk ke pasar internasional.

Khususnya di negara yang masuk dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

"IsDB menunjuk agen utama Serunai Commerce dari Malaysia yang menangani seluruh negara OKI untuk bisa mengakses aplikasi commerce di internasional, khususnya negara OKI," kata Adhy, Selasa (23/1).

Dengan kerja sama ini, seluruh produk OPOP akan dicek ulang oleh Serunai Commerce.

Untuk selajutnya akan memberi penilaian produk tersebut bisa mendapat sertifikat halal internasional atau tidak.

Apabila lolos maka produk akan langsung dipasarkan ke negara-negara OKI.

"Ini mendorong omzet produk akan naik, tenaga kerja akan naik, ekonomi juga akan bergerak naik dan kesejahteraan Jatim akan naik," ujarnya.

Dengan ini, mantan pejabat Kemensos RI itu mengatakan, ada peluang peningkatan ekonomi Jatim tidak hanya ditopang oleh industri umum.

Namun perekonomian Jatim juga bisa ditopang oleh pondok pesantren.

Sementara itu, CEO dan Founder Serunai Commerce Group Amnah Shaari mengaku senang dengan kerja sama ini.

Karena Jatim memperlihatkan keseriusannya dalam memasarkan produk dalam negeri ke luar negeri.

"Kami bangga hati karena Jatim sangat agresif mau mengantar produknya ke luar negeri. Jadi dengan ekosistem ini kami akan memastikan halalnya benar, halalnya bagus, kualitasnya tinggi untuk disebar ke negara-negara OKI," kata Amnah. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#negara oki #OPOP (One Pesantren One Product) #Adhy Karyono #pasar internasional #produk halal