Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Diplot Rp 8,9 Triliun, Penyerapan Anggaran Pendidikan Jatim 2023 Mencapai 94,10 Persen

Mus Purmadani • Rabu, 3 Januari 2024 | 14:21 WIB

 

Sekdaprov Jatim Adhy Karyono. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim Adhy Karyono apresiasi kinerja Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim dalam pengelolaan anggaran pendidikan selama setahun terakhir.

Dimana dengan besaran anggaran pendidikan yang mencapai Rp 8,9 triliun, penyerapan anggaran berhasil menyentuh angka 94,10 persen.

Hasil ini terbilang luar biasa dan di atas rata-rata.

Mengingat anggaran pendidikan cukup besar dibanding sektor lainnya.

"Dengan banyaknya persoalan, banyaknya urusan di pendidikan, (penyerapan) ini jadi prestasi dan menjadi tolak ukur untuk meningkatkan lagi (anggaran) tahun depan," ujarnya usai pengarahan di hadapan jajaran pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Dindik Jatim, Selasa (2/1).

Pada tahun 2024 ini, lanjut Adhy, dari yang ditetapkan undang-undang terkait alokasi pendidikan wajib 20 persen, Jatim justru melebihi nilai itu.

Tepatnya alokasi yang diberikan melalui APBD sebesar 26,3 persen.

Adhy menambahkan dengan besaran ini, artinya gubernur memberikan ruang sangat strategis untuk pendidikan.

Meski demikian, Adhy mengakui masih ada sarana prasarana dan kebutuhan BPOPP (Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan) yang tengah di proses karena harus tercukupi semuanya.

"Kita masih ada kesempatan pada anggaran berikutnya. Orientasi kita tidak membangun yang besar. Tapi bagaimana meningkatkan kualitas layanan dengan memeperbaiki fasilitas yang menjadi ujung tombak sekolah SMA SMK dan SLB. Juga terkait persoalan peningkatan kapasistas guru dan kepala sekolah," jelasnya.

Sementara itu, terkait hasil evaluasi yang dilakukan oleh pihaknya, Adhy mengungkapkan jika pihaknya berusaha melakukan efisiensi menggunakan sistem.

Dengan begitu, maka beberapa kegiatan dinas yang tidak perlu akan dipotong (anggarannya).

Terkait BPOPP yang teranggarkan untuk sembilan bulan, Adhy menegaskan akan melakukan evaluasi di bulan Oktober sesuai kesepakatan dengan DPRD untuk memastikan alokasi anggaran cukup. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#provinsi jatim #Adhy Karyono #penyerapan anggaran #sekdaprov jatim #dunia pendidikan