Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dirikan Posko di Tujuh Titik, BPBD Jatim Imbau Waspada Bencana Hidrometeorologi

Mus Purmadani • Minggu, 31 Desember 2023 | 00:28 WIB
PENTING: Salah satu Posko Darurat Bencana Hidrometeorologi yang dibangun BPBD Jatim. (IST)
PENTING: Salah satu Posko Darurat Bencana Hidrometeorologi yang dibangun BPBD Jatim. (IST)

RADAR SURABAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim meminta masyarakat untuk tetap waspada akan potensi bencana hidrometeorologi di lokasi wisata yang akan dikunjungi saat liburan.

Sebagai antisipasi, BPBD Jatim mendirikan delapan Pos Komando (Posko) Darurat Bencana Hidrometeorologi di beberapa titik di Jatim.

Yaitu Posko Banyuwangi di area Pelabuhan Ketapang, Posko Pasuruan di Rest Area KM 66A (arah Malang), Posko Malang di Jl Raya Singosari No 275, Kecamatan Singosari.

Kemudian Posko Bangkalan di Jl Raya Suramadu, Posko Gresik di Rest Area KM 726B, Posko Madiun di Rest Area KM 626B dan Posko Ngawi di Rest Area 575A.

Selain posko yang tersebar di 7 titik itu, BPBD Jatim juga memfungsikan Posko di Kantor BPBD Jatim sebagai posko induk.

Serta posko induk di kantor BPBD Kabupaten/Kota se-Jatim.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengimbau masyarakat yang melakukan liburan tahun baru, untuk berhati-hati karena kondisi peralihan dari musim panas ke musim hujan.

Sehingga masyarakat diharapkan selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca, baik dari BMKG maupun dari dinas-dinas terkait yang menangani tupoksi bencana.

"Peralihan musim panas ke musim hujan ini berpotensi terhadap bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi kapan pun. Di antaranya seperti angin puting beliung, hujan atau pun tanah longsor. Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat yang hendak liburan di tempat wisata, untuk berhati-hati dan tetap waspada akan bencana," paparnya.

Gatot juga meminta masyarakat download aplikasi inaRISK (BNPB) untuk melihat potensi bencana pada tempat atau jalur yang dilintasi maupun domisili.

Serta upaya maupun penanganan bencana secara mandiri.

"Sementara ini untuk personel yang bertugas di Posko Darurat Bencana Hidrometeorologi diberlakukan dua shift, yakni mulai jam 07.00 sampai jam 19.00. Selanjutnya jam 19.00 sampai jam 07.00. Para personel disiagakan apabila terjadi bencana-bencana di sekitar wilayah-wilayah arus mudik maupun balik Nataru," terangnya.

Mengingat posisi saat ini potensi bencana hidrometeorologi, Gatot mengaku bisa jadi jalur-jalur tersebut terhambat dengan adanya bencana alam.

Baik itu banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.

"Sehingga dalam posko tersebut, selain personel disiagakan juga sarana prasarana pendukung di antaranya chainsaw dan kendaraan operasional untuk melakukan aksi di lapangan guna mendukung penanaganan bencana," katanya.

Menurutnya posko induk yang ada di BPBD Jatim dan BPBD kabupaten/kota ini merupakan supporting apabila terjadi bencana yang tidak bisa ditangani oleh Posko Nataru di ruas jalan (rest area).

"Seandainya butuh tenaga dukungan, baik personel maupun sarana prasarana bisa didorong dari kantor-kantor yang ada di sekitar situ, yaitu posko yang ada di BPBD kabupaten/kota maupun di provinsi,” pungkasnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Hidrometeorologi #posko bencana #bencana alam #BPBD Jatim