SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Jawa Timur Bershalawat II bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf di JX Internasional Convention Exhibition Frontage Timur Jl. A. Yani Surabaya, Kamis (28/12).
Sekitar 20.000 jemaah memadati acara lantunan shalawat bersama-sama ini. Hadir pula Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Ketum MUI sekaligus Wakil Rais Aam PBNU KH. Anwar Iskandar, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, Ketua Umum Fatayat Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua MUI Jatim KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah dan segenap jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menegaskan sinergi, kolaborasi dan kerja keras semua pihak juga memerlukan ikhtiar spiritual untuk menjaga kondisi tetap aman dan damai. Oleh sebab itu ia menilai konsistensi membaca shalawat dan doa menjadi faktor penting untuk mewujudkan hal tersebut.
"Kita ingin membangun kedamaian demi kedamaian, keamanan demi keamanan, harmoni demi harmoni. Semua sudah bekerja keras tetapi untuk memberseiringi itu shalawat menjadi bagian penting," tegasnya.
Di sisi lain peran aktif masyarakat juga berkontribusi besar terwujudnya lingkungan yang aman, damai dan kondusif. Oleh sebab itu ia mengatakan saling menjaga dan saling melindungi diantara sesama juga harus ditumbuhkan.
"Ternyata Jawa Timur kategori provinsi paling aman se Jawa karena semua masyarakatnya guyub rukun saling menjaga dan saling melindungi, saya rasa kerja keras semuanya plus diberseiringi dengan doa dan shalawat," imbuhnya.
Khofifah menjelaskan kondisi aman, dan damai ini juga didukung dengan kolaborasi dan sinergi serta ikhtiar dari berbagai pihak di Jatim. Seperti TNI/Polri, Pemerintah Daerah, DPRD/Parpol dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat.