Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Peminatnya Meningkat, Bus Trans Jatim Diklaim Mampu Turunkan Emisi Gas Buang

Jay Wijayanto • Selasa, 24 Oktober 2023 | 15:29 WIB
TRANS JATIM: Bus Trans Jatim yang sudah menjangkau Mojokerto dan Gresik terus diminati masyarakat sehingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. (ISTIMEWA/HO-PEMPROV JATIM)
TRANS JATIM: Bus Trans Jatim yang sudah menjangkau Mojokerto dan Gresik terus diminati masyarakat sehingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. (ISTIMEWA/HO-PEMPROV JATIM)

SURABAYA - Keberadaan Bus Trans Jatim yang dimulai Koridor I dilaunching sejak 19 Agustus 2022 lalu ini sangat diminati masyarakat.

Banyak masyarakat yang awalnya menggunakan kendaraan pribadi beralih ke Bus Trans Jatim.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan load factor bus Trans Jatim terus mengalami peningkatan.

Jika pada tahun 2022 load factor mencapai 105 persen, akan tetapi tahun 2023 load factor mencapai 115 persen.

"Keberadaan bus Trans Jatim baik koridor I, II dan III, ini akan mempermudah mobilitas bagi warga di wilayah Aglomerasi Surabaya," jelasnya.

Kemudian Trans Jatim Koridor II yang diresmikan 20 Agustus lalu, berhasil membantu menurunkan emisi gas buang di Jatim.

"Pemprov Jatim berkomitmen dengan adanya Trans Jatim ini membantu menurunkan polusi udara di koridor yang dilalui," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono mengungkapkan bahwa Bus Transjatim telah menggunakan mesin standar emisi internasional. Yakni mesin Euro 4 dan Euro 5. "Mesin dengan emisi karbon di atas standar nasional," terangnya.

Nyono mengungkapkan hingga tahun 2023 ini APBD Jatim yang digunakan untuk Bus Trans Jatim sebanyak Rp73 Miliar.

Ia berharap ada anggaran yang lebih besar dari anggaran ini untuk memaksimalkan keberadaan Trans Jatim.

"Trans Semarang sudah Rp 300 Miliar, sedangkan Trans Jogja Rp 225 Miiar," katanya.

Lebih lanjut Nyono menjelaskan anggaran Rp 75 miliar tersebut tidak termasuk pengadaan armada. Karena dalam pengadaan trayek layanan transportasi publik Transjatim ini ada pihak ketiga atau swasta dengan sistem bayar pelayanan.

"Untuk pengadaan armada menggunakan jasa pihak swasta. Kita membayar operasionalnya. Jadi perkilo kita bayar sekian. Kalau tidak jalan tidak dibayar sama pemprov. Itu namanya By The Servis membeli pelayanan," terangnya. (mus/rak)

Editor : Jay Wijayanto
#Bus Trans Jatim #dishub jatim #pemprov jatim