SURABAYA - Tabrakan maut yang melibatkan bus Eka Cepat nopol S 7551 US dengan bus Sugeng Rahayu nopol W 7572 UY di depan lapangan Geneng, Ngawi, Kamis (31/8) subuh menyebabkan jalur lalu lintas Ngawi-Madiun ditutup polisi.
Hal ini karena kondisi yang malang melintang menutup seluruh badan jalan. Petugas gabungan yang dikerahkan juga harus bekerja ekstra untuk mengevakuasi body bus yang hancur. Polisi juga memasang garis polisi untuk membatasi masyarakat yang berkerumun di lokasi kejadian untuk melihat kecelakaan.
Laka maut itu dilaporkan menyebabkan empat orang tewas masing-masing dua orang sopir bus dari Eka dan Sugeng Rahayu, kernet bus Eka dan seorang pejalan kaki. Sementara sekitar 10 orang penumpang kedua bus yang terluka dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Tabrakan frontal kedua bus dengan trayek Surabaya-Yogyakarta pp. ini memang begitu mengerikan. Hal itu tampak dalam foto dan video yang beredar di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat bagian depan bus Eka sobek dan hancur lebur. Semua kacanya pecah sehingga bagian depan bus seperti terkelupas.
Ban depannya juga terlepas dari as roda. Dari posisinya, bus Eka yang melaju dari arah Ngawi menuju Madiun itu tampak menabrak pohon usai bertumbukan muka dengan bus Sugeng Rahayu yang melaju dari arah sebaliknya.
Tak kalah hancur, bus Sugeng Rahayu malah sudah tidak terlihat bentuknya sama sekali. Atapnya terlepas dan terpisah dari badan bus. Bagian atap bus berwarna dominan abu-abu dengan strip biru merah dan kuning ini tampak lepas dan jatuh di sisi kanan body bus yang sudah menganga menghadap ke langit.
Beberapa kursi bus berwarna biru bergaris putih juga terlempar keluar di jalanan. Sementara body kanan bus bagian depan juga tampak sobek.
Dari video yang beredar pada awal evakuasi, terlihat korban bergelimpangan di jalanan. Ada korban yang sudah meninggal dunia ditutupi daun pisang oleh warga.
Dampak dari kecelakaan itu, jalur Ngawi-Madiun lumpuh total. Karena bangkai kedua bus itu melintang menutup jalan dari kedua arah.
Maklum, lokasi tabrakan berada di jalur utama Surabaya-Solo. Kendaraan yang melintas di kawasan itu pada pagi hari selalu ramai. Apalagi jalur itu juga kerap dilalui warga yang berangkat sekolah dan bekerja. (jay)
Editor : Jay Wijayanto