Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dua RS Milik Pemprov Jatim Diproyeksikan Jadi RS Pengampu Regional

Mus Purmadani • Jumat, 28 Juli 2023 | 23:25 WIB
RS Saiful Anwar Malang bersama RS dr Soetomo Surabaya jadi RS Pengampu Regional di Jatim. (ANTARA FOTO)
RS Saiful Anwar Malang bersama RS dr Soetomo Surabaya jadi RS Pengampu Regional di Jatim. (ANTARA FOTO)

SURABAYA - Dua rumah sakit milik Pemprov Jatim, yakni RSUD dr Soetomo Surabaya dan RSUD dr Saiful Anwar Malang diproyeksikan menjadi rumah sakit pengampu paripurna dan utama.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa kedua rumah sakit milik pemprov tersebut nantinya akan menjadi pengampu regional bagi rumah sakit-rumah sakit yang berada di wilayah Jatim.

“Di pemprov sendiri ada dua rumah sakit pengampu, RSUD dr Soetomo dan Saiful Anwar. Kemudian (keduanya) akan berkoordinasi dengan RSUD di seluruh kabupaten/kota,” jelas Khofifah, Rabu (26/7) sore.

Nantinya, rumah sakit yang ditunjuk sebagai pengampu mendapat dukungan penguatan SDM, pelayanan dan sarana prasarana. Salah satunya dengan adanya DAK penugasan, pembinaan dan peningkatan kapasitas SDM dari RS vertikal yang ditunjuk sebagai koordinator. Pemerintah provinsi Jawa Timur berperan aktif dalam mewujudkan upaya penataan sistem rujukan penyakit katarostropik di Jawa Timur.

Melalui Dinas Kesehatan Jawa Timur menginisiasi penyusunan clinical guidelines penyakit prioritas level provinsi dengan menjadikan rumah sakit milik provinsi Jawa Timur sebagai percontohan dan menggandeng organisasi profesi serta asosiasi sebagai evaluator.

“clinical guidelines dapat diadaptasi oleh seluruh stakeholder kesehatan untuk kemudian disesuaikan dengan kemampuan atau kompetensi di faskes masing-masing dengan dinas kesehatan sebagai pembinanya,” katanya.

Standarisasi pelayanan yang dicapai melalui clinical guidelines diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih adil dan merata bagi masyarakat Jawa Timur. “clinical guidelines menjadi pondasi dalam penyusunan sistem rujukan yang baik, terstandar, jelas dan berbasis kompetensi,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah  pun mengapresiasi kinerja 23 kab/kota yang berupaya mencapai Universal Health Coverage (UHC) sebesar 60 persen maupun yang berupaya mempertahankan UHC.

Menurut Khofifah, upaya besar dalam memeratakan akses dan layanan yang berkualitas bagi masyarakat di kab/kota khususnya yang sudah UHC diharapkan dapat segera dicapai dengan dasar clinical guidelines yang terstandar serta sistem rujukan berbasis kompetensi yang terintegrasi. “Hal ini hendaknya diiringi dengan penyediaan akses dan mutu layanan kesehatan yang baik dan setara di seluruh wilayah Jawa Timur,” katanya.

Gubernur Khofifah menambahkan capaian yang baik di bidang kesehatan akan membangun quality of life  berseiring dengan  perkembangan  industri manufaktur di Jatim yang cukup signifikan.

Menurutnya, tingginya industri manufaktur akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat selanjutnya diikuti   dengan derajat kesehatan yang baik. “Industri manufaktur makin tinggi dan kesejahteraan tinggi, maka quality of life juga makin tinggi. Dengan begitu, hadirnya pelayanan kesehatan yang makin kualitatif dan merata menjadi sangat penting,” katanya. (mus/rak)

Editor : Jay Wijayanto
#RS dr Soetomo #RS Saiful Anwar #rs pengampu regional