Nasih juga mengatakan usia Erick Thohir yang masih muda membuat figurnya sangat energik. Selain itu ia juga mengapresiasi dedikasi Eks Presiden Inter Milan ini untuk menumbuhkan dan menggerakkan ekonomi Indonesia melalui Kementerian BUMN.
“Kita melihat kepemimpinan Pak Erick Thohir menunjukkan ketegasan dan kerja keras serta dedikasinya. Tentu karena masih muda beliau energik sekali. Kompetensi dan karakteristiknya sungguh luar biasa,” tutur Nasih.
Nasih mengatakan banyak kesamaan tipologi antara Erick Thohir dan Ksatria Airlangga, yang sosoknya diabadikan sebagai nama kampus yang kini ia pimpin. Di antaranya adalah kesamaan aspek moralitas dan integritas.
“Unair ini kesatrianya orang-orang yang hebat, humble, excellence, dan transendent. Saya pikir Pak Erick Thohir memenuhi beberapa kualifikasi tersebut sebagai seorang ksatria Airlangga,” ujar Nasih.
Terakhir, Nasih juga menilai Erick Thohir layak disebut sebagai guru besar Unair. Hal ini lantaran Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini memiliki pengalaman dan pengetahuan yang sangat luas.
“Pak Erick Thohir adalah guru sekaligus mentor. Pak Erick Thohir layak kita sebut sebagai guru besar kita semuanya,” pungkas Nasih. (*/jay) Editor : Administrator