Dalam kunjungan tersebut, Mayjen TNI Nurchahyanto, M.Sc., bermaksud menjalin silaturahmi dengan Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH. Abdul Hakim Mahfudz.
Selain silaturahmi, Pangdam V/Brawijaya juga menyosialisasikan beberapa hal diantaranya tentang rekrutmen prajurit TNI AD yang berasal dari Santri dan rencana gelaran Liga Santri.
Menurutnya, sejak dibuka rekrutmen prajurit TNI AD dari kalangan santri cukup banyak peminatnya. "Animonya sangat luar biasa. Awalnya kami batasi 125 orang, ternyata yang mendaftar tiga kali lipat," ujarnya.
Pangdam melihat hasil seleksi awal santri di Jawa Timur cukup potensial. Sehingga ke depan, bisa dibuka kembali pendaftaran prajurit TNI-AD dari kalangan santri.
Begitu pun dengan Liga Santri yang bakal digelar tahun ini. Sampai saat ini pendaftar dari kalangan santri mencapai 244 kesebelasan. "Kemungkinan jumlah itu bakal bertambah, karena pendaftaran akan ditutup pada April mendatang," jelasnya.
Pangdam juga mensosialisasikan rencana pemerintah pusat dalam hal percepatan vaksinasi Covid-19 menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri 1443 H. Dengan harapan vaksinasi Covid-19 dapat membantu menjaga kekebalan tubuh khususnya untuk mengantisipasi kemungkinan serangan virus Covid-19.
"Vaksinasi memang menjadi sesuatu sangat penting. Karena pemerintah pusat berencana membuka semua kegiatan keagamaan secara normal. Intinya, tidak ada lagi pembatasan. Dengan cara apa? peningkatan vaksinasi Covid-19," tegasnya.
Pihaknya bersedia membantu ponpes dalam menyediakan vaksin booster bagi kalangan santri maupun guru yang akan melakukan vaksinasi Covid-19. Sebelum meninggalkan tempat, Pangdam menyempatkan diri berziarah ke makam pendiri Ponpes Tebuireng Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari dan makam KH. Abdurahman Wahid. (pps/rak) Editor : Administrator