"Secara hitung-hitungan teknis 8-10 hari. Tapi, ini diupayakan secepatnya atau sebelum itu. Kami juga bekerja 24 jam mulai hari ini," ujarnya, Selasa (1/3).
Ia menjelaskan akibat gangguan listrik itu mengakibatkan PLN kehilangan beban sebesar 73,35 MW sehingga harus dilakukan pemadaman bergilir di wilayah Madura.
"Pemadaman saat siang hari sebesar 15-20 persen dari beban listrik Madura, sedangkan ketika malam 30-40 persen," jelasnya.
PLN berupaya perbaikan untuk penormalan sedini mungkin dan mengerahkan sebanyak kurang lebih 120 personel agar penyaluran energi listrik ke Madura kembali normal.
Sejak Sabtu (26/2) malam, personel PLN dari Unit Pelaksana Transmisi yang tergabung dalam tim Emergency Recovery System (ERS) menelusuri penyebab gangguan yang melakukan perbaikan di sisi transmisi.
Selain itu, PLN pun telah melakukan mobilisasi genset yang dilakukan sejak Minggu (27/2), yakni sebanyak 73 unit dengan kapasitas 4367,60 kVA dari Jakarta Raya, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk mendukung pemulihan sementara di wilayah terdampak.
"Kekurangan daya ini mengakibatkan padam bergilir pada pelanggan dengan estimasi waktu rata-rata tiga jam untuk sebagian wilayah Madura. Mohon maaf sekali atas ketidaknyamanannya," kata dia.
Terkait kondisi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat Madura bijak mengkonsumsi listrik untuk mengurangi dampak pemadaman, terutama di sektor rumah tangga dan dan industri.
Caranya dengan menghemat penggunaan lampu ataupun alat elektronik yang tidak penting/urgent digunakan serta pemanfaatan genset bagi sektor industri.
"Pemadaman ini tentunya di luar keinginan kita, namun hal ini harus kita maklumi karena ini terkait masalah teknis. Mohon masyarakat dapat bersabar. Dengan mengurangi beban pemakaian listrik tentunya kita harapkan daya listrik yang ada sekarang bisa mencukupi dan tidak perlu melakukan pemadaman di wilayah yang luas lagi," ujar Khofifah.
Khofifah mengatakan dirinya meninjau lokasi terjadinya gangguan dengan didampingi oleh GM PLN UID Jatim Lasiran dan GM PLN UIT JBM Didik Fauzi Dakhlan di Suramadu. Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat ini PLN tengah berupaya keras mengatasi masalah pemadaman listrik ini dan tengah dilakukan penormalan. (mus/rak) Editor : Administrator