“Meskipun sudah siap menyambut wisatawan sebagai upaya pemulihan ekonomi, Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) berpesan untuk tidak jumawa (sombong). Protokol kesehatan secara ketat jangan sampai kendor,” ujar Plh Sekda Prov Jatim Heru Tjahjono saat meninjau vaksinasi masyarakat Suku Tengger di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (24/9).
Jumlah warga yang divaksinasi sebanyak 90 persen dari total warga Desa Ngadisari. Artinya yang boleh divaksinasi sebanyak 1.100 orang. Tidak hanya untuk orang dewasa, namun juga anak-anak usia 12 tahun.
Heru menambahkan selain vaksinasi tuntas, masyarakat juga harus memasukkan datanya pada aplikasi PeduliLindungi. “Ini penting, untuk memudahkan akses masyarakat. Karena saat ini untuk masuk manapun harus scan QR Code Aplikasi PeduliLindungi,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Jatim Sinarto mengatakan Wisata Bromo merupakan kewenangan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Menurutnya KLHK sangat serius dalam membuka kawasan wisata Bromo pada titik-titik tertentu dengan kapasitas yang terjaga. “Bahkan untuk bisa masuk kawasan Bromo ini pendaftarannya dilakukan secara online,” jelasnya.
Diketahui ada lima titik tempat wisata kawasan Bromo yang bisa dikunjungi sejak ditutup 3 Juli lalu. Yakni, View Poin Penanjakan, Bukit Kedaluh, Bukit Cinta, Mentigen, dan Savana Teletubbies. Selain masih dalam masa Permberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan pandemi Covid-19 belum berakhir, untuk masuk ke kawasan Wisata Gunung Bromo tidak bisa sembarangan. Ada tata cara masuk ke Bromo dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes) ketat.
Ada pembatasan pengunjung ke Bromo. Secara keseluruhan wisata Bromo dibuka dengan kapasitas 734 orang. Karena itu, pembelian tiket dengan cara online yang bisa diakses dengan link https://bookingbromo.bromotenggersemeru.org. Selain itu masyarakat harus menyiapkan aplikasi PeduliLindungi, karena ada screening saat masuk Bromo. Selain itu, pintu masuk yang bisa dilalui baru dari Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo.
Selain vaksinasi warga Suku Tengger, fokus pemulihan ekonomi demi Jatim Bangkit 2021, Pemprov Jatim menyalurkan Rp 209.750.000 untuk bantuan Usaha Program Jatim Puspa dan Desa Berdaya di kawasan Bromo. Bantuan tersebut untuk 2 Desa di Kecamatan Sukapura terdiri dari Rp 109.750.000 untuk bantuan Usaha Program Jatim Puspa di Desa Sapikerep dan Rp 100.000.000 untuk Desa Berdaya di Desa Ngadisari yang berstatus Mandiri. (mus) Editor : Administrator