Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pembakaran Sampah di PSEL Benowo Diklaim Tak Cemari Udara

Administrator • Rabu, 2 Juni 2021 | 21:05 WIB
Pembakaran Sampah di PSEL Benowo Diklaim Tak Cemari Lingkungan
Pembakaran Sampah di PSEL Benowo Diklaim Tak Cemari Lingkungan

SURABAYA – Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan di Benowo saat ini sudah beroperasi. Meski sudah beroperasi, namun kualitas udara di sekitar lokasi selama proses pembakaran diyakini tidak terpengaruh.


Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya Anna Fajriatin memastikan kualitas udara selama beroperasinya PSEL terpantau baik. Bahkan dirinya mengaku, pemantauan kualitas udara yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berlangsung transparan.


”Alhamdulillah sampai saat ini terpantau baik. Artinya pembakaran (sampah) itu tidak menghasilkan karbon monoksida. Jadi ini teknologi ramah lingkungan, kami juga tetap didampingi oleh pakar-pakar, tim ahli ITS dan pemantauan kualitas udara dilakukan oleh DLH,” ungkapnya.


Lebih jauh dirinya menjelaskan bahwa ada dua metode pengoperasian PSEL. Yakni metode gasifikasi (proses perubahan bakar) yang menghasilkan 1.000 ton dan sanitary landfill yang digunakan untuk menghasilkan listrik.


“Jadi kelebihan 1.000 ton masuk ke sanitary landfill itu pun nanti akan digunakan dengan diproses tertentu untuk menghasilkan listrik juga,” jelasnya. Sehingga pembakaran 1.000 ton sampah menghasilkan listrik 11 megawatt.


Oleh karena itu, sejak beroperasi banyak sekali daerah kabupaten/kota yang datang ke Surabaya karena ingin melihat langsung dan belajar dari dekat proses di PSEL Benowo. Namun menurutnya, saat ini masih banyak perbaikan di PSEL. Perbaikan itu bukan terkait hasil listrik, tetapi memastikan 1.000 ton sampah yang dihasilkan menjadi listrik.


“Jadi memang itu terus berjalan. Banyak perbaikan di situ. Kami bersama-sama dengan PT SO dan tim independen memastikan 1.000 ton per hari itu yang akan diolah menjadi listrik. Jadi bersama-sama dengan Surveyor Indonesia,” pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Administrator