SURABAYA – Anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak bisa dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Karena seorang ABK juga memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang pada umumnya.
Justru, menurut Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya Iis Hendro Gunawan, ABK memiliki potensi lebih untuk menggerakkan UMKM dan dunia kerja. Saat ditemui di Gedung Wanita Kalibokor, Iis mengatakan, seorang ABK memiliki kesetaraan di tengah masyarakat.
“Kita bisa lihat, saat ditemui di acara Walk for Autism 2016 dan kini mereka sudah dewasa dan memiliki kemampuan secara ekonomi berdiri di kaki mereka sendiri,” kata Iis.
Iis melanjutkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sendiri telah menggandeng beberapa pengusaha untuk mengajak dan menjadikan ABK menjadi lebih baik lagi bergerak di bidang UMKM dan bidang usaha lainnya. Di Kota Pahlawan, lanjut Iis, ada sekitar 5.000 lebih ABK yang sudah dibiayaai sekolah oleh Pemkot Surabaya untuk bekal di masa depan.
Ada juga beberapa ABK yang menganggur, pemkot memberikan dorongan untuk bergerak di bidang UMKM serta industri kreatif lainnya. “Saya harapkan juga dengan adanya ABK ini bisa mangkatkan perekonomian juga di semua sektor. Mulai dari makanan, minuman, busana, dan lain sebagainya, salah satunya kami menggandeng para pengusaha dari JCI East Java untuk mengajak para ABK di Surabaya,” jelas istri Sekda Kota Surabaya Hendro Gunawan tersebut.
Di samping itu, Vice Precident Social Pilar JCI East Java Haryo Joyosentoso menambahkan, setiap tahun JCI East Java tidak hanya fokus pada Walk For Autism saja, tapi ada beberapa agenda sosial lain yang dikerjakan, di antaranya program orang tua asuh, guru, dan corporate social responsibility (CSR).
“Anggota JCI mayoritas enterpreneur. Dengan kemudahan itu, kita bisa minta beberapa teman yang bidang pekerjaannya cocok untuk anak autis yang bisa diajak kerja sama. Entah untuk magang atau bekerja di sana. Salah satu bidang pekerjaan yang cocok dan aman bagi temanteman autis yakni perhotelan,” kata Haryo. (gin/nur)
Editor : Administrator