Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Salat Jumat Awal Ramadan Tetap Semarak di Masjid Agung

Administrator • Sabtu, 17 April 2021 | 21:33 WIB
Salat Jumat Awal Ramadan Tetap Semarak di Masjid Agung
Salat Jumat Awal Ramadan Tetap Semarak di Masjid Agung

SURABAYA - Salat Jumat di awal Ramadan di tengah pandemi Covid-19 tetap diselenggarakan. Salah satunya di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) yang menggelar salat Jumat dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, Jumat (17/4).


Dari pantauan Radar Surabaya, tampak masyarakat memadati masjid nasional tersebut, bahkan jemaah hingga salat di luar masjid. Sebelum memasuki masjid, jemaah harus melewati pemeriksaan thermal gun (pemeriksaan suhu tubuh) dan menggunakan hand sanitizer.


Menurut Humas Masjid Al Akbar Surabaya Helmy M Noor, di Masjid Al Akbar jumlah jemaah salat Jumat kali ini lebih banyak dibandingkan minggu sebelumnya. Kapasitas MAS dalam kondisi normal bisa mencapai 50 ribu jemaah.


Namun, meski pandemi jemaah tetap berduyun-duyun datang ke masjid untuk memakmurkan masjid, tanpa menghilangkan prokes. “Alhamdulillah tetap banyak, tapi kami batasi juga dengan jaga jarak sekitar 20 ribuan (jemaah),” katanya.


Pihaknya juga mengimbau jemaah untuk membawa masker sendiri karena adanya keterbatasan jumlah masker, namun pihaknya juga menyediakan masker apabila tidak membawa masker. “Kita siapkan empat buah bilik sterilasi yang ada di masing-masing pintu masuk dan karena keterbatasan stok masker, makanya kami imbau untuk masyarakat membawa masker sendiri,” terangnya.


Tak hanya itu, untuk khutbah juga dipersingkat kurang dari 10 menit dan juga bacaan imam juga menggunakan surat pendek. “Kami sudah koordinasi, artinya kami tidak melanggar anjuran MUI (Jatim). Karena anjuran MUI juga hasil koordinasi Masjid Al Akbar. Jadi kami tidak menabrak mereka (MUI Jatim),” pungkasnya. (rmt/nur)


Pelaksanaan salat Jumat dilakukan dengan penerapan prokes yang ketat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 (inset). namun pihaknya juga menyediakan masker apabila tidak membawa masker. “Kita siapkan empat buah bilik sterilasi yang ada di masing-masing pintu masuk dan karena keterbatasan stok masker, makanya kami imbau untuk masyarakat membawa masker sendiri,” terangnya.


Tak hanya itu, untuk khutbah juga dipersingkat kurang dari 10 menit dan juga bacaan imam juga menggunakan surat pendek. “Kami sudah koordinasi, artinya kami tidak melanggar anjuran MUI (Jatim). Karena anjuran MUI juga hasil koordinasi Masjid Al Akbar. Jadi kami tidak menabrak mereka (MUI Jatim),” pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Administrator