SURABAYA - Sekolah-sekolah di Jawa Timur secara umum sudah siap dengan pembelajaran tatap muka (PTM). Dinas Pendidikan (Dispendik) berharap agar dalam kondisi apapun pendidikan tidak boleh berhenti meski tetap berusaha menanggulangi Covid-19.
Bulan Januari lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mempersilakan sekolah-sekolah yang siap dengan protokol kesehatan untuk melakukan pembelajaran tatap muka.
"Dan seminggu yang lalu, Pak Menteri melalui video conference berharap pada bulan Juli mendatang semua sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan ini mengatakan, Jatim pada awalnya melakukan pembelajaran sesuai instruksi Mendikbud.
Namun, dari hasil evaluasi selama lima bulan terjadi banyak kemerosotan, yakni daya tangkap belajar siswa sangat rendah khususnya pada mata pelajaran tertentu.
Karena itu, agar tidak terjadi learning loss atau hilangnya minat belajar pada anak, maka pada 18 Agustus 2020, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengambil kebijakan untuk menanggulangi Covid-19 tanpa mengurangi kualitas pendidikan. ''Yakni dengan uji coba pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan," katanya.
Menurut dia, uji coba ini dilakukan kepada siswa SMA dan SMK. Sebab, siswa pada jenjang ini sudah mengerti tentang protokol kesehatan. "Selain itu, mereka memiliki fisik dan daya tahan tubuh yang kuat," ujarnya.
Wahid menambahkan, sekolah yang melakukan uji coba PTM ini harus mendapatkan rekomendasi dari Satgas Covid-19 kabupaten/kota. Siswa yang ikut PTM juga harus mendapatkan persetujuan orang tua. "Kalau tidak dapat persetujuan orang tua, ya harus ikut secara daring," katanya.
Menurut dia, uji coba PTM hanya dilakukan tiga jam per hari dan tidak ada jam istirahat. Kemudian siswa membawa bekal dari rumah. "Untuk sarana dan prasarana sekolah disemprot disinfektan. Alhamdulillah, ini diikuti hampir seluruh daerah di Jatim," ungkapnya.
Menurut Wahid, hanya empat kabupaten/kota di Jatim hingga kini belum menggelar uji coba PTM. Yakni Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Kediri, dan Kabupaten Kediri. "Ini karena belum mendapat rekomendasi dari Satgas Covid-19 setempat," pungkasnya. (mus/rek)
Editor : Administrator