Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

8 Taman Kota Jadi Pilot Project Pembukaan Pasca Pandemi

Administrator • Rabu, 7 April 2021 | 20:30 WIB
8 Taman Kota Jadi Pilot Project Pembukaan Pasca Pandemi
8 Taman Kota Jadi Pilot Project Pembukaan Pasca Pandemi

SURABAYA - Kabar gembira bagi warga Surabaya. Pemkot Surabaya segera membuka taman-taman kota setelah ditutup selama setahun untuk mencegah persebaran Covid-19. Pembukaan taman kota ini sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 10 Tahun 2021 sebagai revisi Perwali 67/2020.


Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya sedang mematangkan aturan teknis penerapan protokol kesehatan (prokes) bagi pengunjung taman. Namun, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKRTH Surabaya, Anna Fajriatin mengatakan, tidak semua taman akan dibuka. 


Hanya taman-taman tertentu yang mewakili kawasan utara, selatan, timur, barat, dan pusat. “Semua harus kita siapkan, karena siapa saja nanti bisa masuk,” katanya.


Anna menyebut ada delapan taman yang akan dibuka di Surabaya. Yakni Taman Flora, Taman Harmoni, Kebun Bibit Wonorejo, Taman Pelangi, Taman Prestasi, Taman Ekspresi, Taman Cahaya, dan Taman Sejarah. “Ini alternatif taman yang bisa dibuka untuk pilot project di awal pembukaan taman,” ungkapnya.


Prokes ketat yang dimaksud Anna antara lain wajib menggunakan masker selama berada di taman. Pemkot juga akan melakukan pembatasan jumlah pengunjung. “Permainan yang ada di taman juga kita siapkan teknisnya supaya tak bergerombol. Karena taman beda dengan bioskop yang berbayar masuknya. Kalau taman kan tak dipungut biaya masuk,” katanya.


Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Surabaya Piter Frans Rumaseb mengungkapkan, pembukaan taman sebagai sarana rekreasi tengah dipersiapkan oleh pemkot. 


Yang pasti, pembatasan dan pemantauan protokol kesehatan akan tetap dilakukan. Sebab, situasi yang terjadi masih menunjukkan penambahan kasus. ”Aktivitas belum keluar dari pandemi. Makanya, prokes akan tetap ditegakkan,” katanya.


Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, para pedagang pun diperbolehkan untuk berjualan di taman. Hal ini untuk membangkitkan sektor ekonomi di Surabaya. Namun demikian, tetap ada pembatasan dan pemberlakuan prokes. “Silakan jualan. Tapi ini masa pandemi, ayo kita golek ekonomi,” katanya.


Eri berharap masyarakat mematuhi peraturan prokes. Dengan begitu, tidak akan ada klaster baru persebaran virus korona.


Salah satu pedagang di kawasan Jembatan Merah, Fatmah mengatakan, sebelum ada pagebluk Covid-19, dagangan minuman yang disediakannya selalu laris. Namun, saat pandemi dan taman ditutup, pembeli sangat sepi. Tidak ada sampai separo. “Ada juga yang beli, tapi gak sebanyak dulu,” katanya. (rmt/rek)

Editor : Administrator