Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pancaroba di Bulan April, Waspadai Angin Puting Beliung

Administrator • Minggu, 4 April 2021 | 04:40 WIB
Pancaroba di Bulan April, Waspadai Angin Puting Beliung
Pancaroba di Bulan April, Waspadai Angin Puting Beliung

SURABAYA- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak Surabaya memprediksi masa peralihan musim dari penghujan ke kemarau (pancaroba) terjadi pada bulan April. Masa peralihan ini sudah terlihat diakhir Maret ini dengan intensitas hujan yang relatif jarang.


Kepala Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak Muhammad Arif Wiyono mengatakan, saat ini tidak semua daerah masuk dalam masa transisi dari penghujan ke kemarau. Namun dari hasil pantauan pihaknya, adanya uap air dikarenakan la nina bisa menyebabkan hujan kapanpun. 


La nina telah lama diketahui memiliki dampak yang bersifat global berupa peningkatan curah hujan di wilayah Pasifik barat meliputi Indonesia. Kondisi inilah yang menyebabkan cuaca bisa berubah kapanpun. "Secara klimatologi peralihan dari penghujan ke kemarau ini pada April. Namun tidak menutup kemungkinan Mei bisa terjadi karena masih ada penyimpangan yang disebabkan oleh la nina," katanya, Rabu (31/3).


Saat pancaroba ini perubahan arah mata angin juga tak menentu. Sehingga bisa menyebabkan adanya angin puting beliung. Arif mengaku, saat pancaroba harus diwaspadai oleh masyarakat karena sewaktu-waktu bisa terjadi puting beliung. Terutama di pesisir Surabaya dan kawasan penduduk yang masih hijau (jarang).


Tak hanya itu, radiasi matahari juga sangat menyengat saat masa pancaroba ini. "Kewaspadaan pada masa transisi biasanya radiasi matahari yang siginifikan dan terjadi puting beliung," ungkapnya.


Saat ini kecapatan angin di Surabaya sekitar 12 knot dengan kelembaban mencapai 65 hingga 90 persen. "Arah angin timur tenggara sekarang ini jadi masih relatif normal, namun juga patut diwaspadai karena bisa berubah sewaktu-waktu," jelasnya.


Cuaca tak menentu inilah yang akan terjadi pada saat Ramadan. Namun pihaknya memperkirakan saat Ramadan cuaca diprediksi berawan. "Kemungkinan berawan hingga panas, tapi kami terus pantau perkembangan cuaca. Karena kalau saya pantau di tahun 2020 hampir sepanjang bulan selalu ada hujan. Namun dengan intensitas yang berbeda-beda," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Administrator
#bmkg tanjung perak