Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Eri Cahyadi Sepakat Tolak Mal Cito Jadi RS Darurat Covid-19

Administrator • Selasa, 30 Maret 2021 | 19:00 WIB
Eri Cahyadi Sepakat Tolak Mal Cito Jadi RS Darurat Covid-19
Eri Cahyadi Sepakat Tolak Mal Cito Jadi RS Darurat Covid-19

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima perwakilan pedagang serta pemilik apartemen di City of Tomorrow (Cito), Senin (29/3). Audiensi itu terkait penolakan terhadap rencana pendirian Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 yang dilakukan manajemen perusahaan properti itu.


Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa saat ini okupansi rumah sakit yang melayani pasien positif Covid-19  tinggal 23,2 persen. Sedangkan m ICU turun 33,3 persen. Ini indikator keberhasilan pengendalian Covid-19.


Penurunan ini disebabkan oleh kesadaran warga dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) yang meningkat serta vaksinasi secara masif. "Prokes di Surabaya sangat ketat sehingga kesadaran warga juga terbangun untuk taat prokes," tegasnya.


Eri juga menyatakan dukungan terhadap sikap  pedagang beserta warga penghuni apartemen. Pada intinya dia juga menolak adanya rumah sakit darurat di area Mal Cito.


"Insya Allah, selama saya jadi wali kota tidak akan ada Rumah Sakit Covid-19 di sana. Yang saya pikirkan saat ini adalah bagaimana mengembangkan ekonomi di sana agar bisa ramai kayak dulu," katanya.


Eri berpesan kepada seluruh pedagang maupun penghuni apartemen agar tidak perlu khawatir. Bagi dia, kepentingan masyarakat Surabaya adalah hal yang paling utama.


Dirinya juga ingin adanya komunikasi intens antara pedagang beserta pihak manajemen. ''Insya Allah, nanti kita agendakan bertemu dengan manajemen. Nanti dibahas bersama dengan Panjenengan (Anda) dan nanti membuat pernyataan bersama tidak akan dibuat rumah sakit darurat Covid-19," ungkapnya.


Eri menilai  polemik yang muncul ini karena kurangnya komunikasi antara manajemen dengan pedagang dan penghuni apartemen. Maka, dia juga mendorong  pembentukan pengurus RT/RW di apartemen tersebut. Sebab, jumlah penghuni atau pemilik apartemen itu sudah memenuhi syarat pembentukan pengurus.


"Bisa mengikuti RT/RW yang ada di lokasi tersebut atau bisa membentuk sendiri. Kita nanti duduk bersama sekaligus kita berbicara RT/RW-nya," pungkasnya. (rmt/rek)

Editor : Administrator
#Eri Cahyadi