Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bidik 5000 Orang/Hari, Kementerian BUMN Buka Sentra Vaksinasi Masal

Administrator • Senin, 29 Maret 2021 | 16:30 WIB
Bidik 5000 Orang/Hari, Kementerian BUMN Buka Sentra Vaksinasi Masal
Bidik 5000 Orang/Hari, Kementerian BUMN Buka Sentra Vaksinasi Masal

SURABAYA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan  Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau palaksanaan vaksinasi masal di Grand City Mall Surabaya, Minggu (28/3). Vaksinasi yang disponsori Kementerian BUMN ini digelar untuk kaum lanjut usia (lansia) dan digelar selama sebulan mulai tanggal 28 Maret hingga 24 April.


Tiap hari ada 5.000 orang yang divaksinasi. Khusus untuk lansia bisa daftar secara online melalui link https://svbjatim.loket.com. Setiap satu kali pendaftaran hanya untuk satu tiket. “Program Sentra Vaksinasi yang dilakukan oleh Kementerian BUMN ini, didukung sepenuhnya oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Serta bekerjasama dengan pemerintah daerah, dan kali ini dengan Pemprov Jatim," kata Erick Thohir, Minggu (28/3). 


Selain di Surabaya, kelas Erick, program vaksinasi serupa juga digelar di dua kota besar lain. "(Di Surabaya) Ini seperti yang kita lakukan di Jakarta dan Semarang. Maksud dan tujuan sentra vaksinasi ini adalah dukungan untuk mempercepat vaksinasi di kota-kota besar yang jumlah penduduknya juga sangat besar,” lanjut Erick.


Ia menambahkan, selain lansia, vaksinasi masal ini juga ditujukan bagi pegawai BUMN. Karena menurutnya, sebagian besar para pegawai BUMN merupakan garda terdepan dalam pelayanan publik. Bahkan tidak menutup kemungkinan diberikan kepada kelompok lainnya. “Kita menargetkan setiap hari ada 5000 orang (divaksin). Saya yakin di Jawa Timur ini bisa sesuai dengan targetnya,” katanya.


Erick mencontohkan, kegiatan vaksinasi di Jakarta bisa melayani vaksinasi hingga 8000 orang per hari. Ia optimis, Jatim bisa memenuhi target 5000 orang tervaksinasi per hari. “Namun semakin banyak, semakin bagus,” ungkapnya.


Sementara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terima kasih kepada Kementerian BUMN. Program Sentra Vaksinasi ini menjadi salah satu penguatan proses vaksinasi khususnya di daerah episentrum yakni Surabaya. "Tentu support dari Pak Wali Kota menjadi sangat penting di sini. Para lansia diprioritaskan, sekarang kita bisa mendapatkan porsi yang lebih banyak," ucapnya.


Khofifah mengatakan, untuk layanan kesehatan lain tetap berjalan. Ia juga berharap percepatan vaksinasi penting dilakukan. “Layanan vaksinasi Kementerian BUMN ini diharapkan bisa mempercepat herd immunity. Terima kasih atas supportnya untuk kami di Jatim,” katanya.


Mantan Menteri Sosial ini mengaku sebelumnya sudah menyampaikan kepada Kementerian BUMN yang mengadakan vaksinasi masal dengan prioritas pada lansia selama satu bulan ke depan. Lebih lanjut Khofifah mengatakan, vaksinasi ini penting karena vaksinasi merupakan salah satu bentuk upaya yang efektif untuk melindungi diri dari infeksi maupun gejala berat akibat Covid-19. Sehingga, bisa menekan secara signifikan jumlah penyebaran Covid-19 di Jatim.


“Saya mengajak seluruh warga Jawa Timur untuk bergotong royong melawan pandemi Covid-19 melalui program vaksinasi. Ini adalah bentuk komitmen kami terhadap kesehatan dan keselamatan warga Jatim, kami akan mempercepat proses vaksinasi secara massal. Karena vaksinasi ini akan melindungi kita semua dari infeksi maupun gejala berat akibat Covid-19,” ungkap orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.


Khofifah berharap masyarakat Jatim utamanya lansia karena yang paling rentan terpapar Covid-19, bisa berpartisipasi aktif dalam program percepatan vaksinasi ini. Khofifah berharap para anak muda bisa mengajak dan mengantar orang tuanya, khususnya yang lansia untuk segera divaksinasi. Dengan demikian korban lansia dapat ditekan dan akan bisa tercipta herd immunity untuk menuju Jawa Timur Bangkit. “Mari sukseskan vaksinasi, menuju Jawa Timur bangkit,” jelasnya.


Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersyukur karena support vaksinasi bagi lansia di Kota Pahlawan didukung oleh Kementerian BUMN dan Pemprov Jatim. Sehingga, dapat mempercepat layanan vaksinasi bagi lansia.  “Alhamdulillah kali ini ada layanan vaksinasi bagi lansia di Surabaya, sehingga lansia yang sampai hari ini belum mendapatkan vaksin, bisa terlayani di sini. Kami optimis, target 5000 orang perhari mendapatkan vaksin, akan bisa terpenuhi. Sekali lagi Pak Menteri, saya mengucapkan terima kasih. Juga terima kasih Ibu Gubernur, karena Bu Gubernur sering support kami, Surabaya ini disupport terus vaksinnya," paparnya.


Diketahui percepatan vaksinasi yang juga didukung dengan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro oleh Pemprov Jatim tentunya berpengaruh signifikan pada penurunan jumlah pasien Covid-19 yang harus dirawat di Ruang Isolasi Biasa maupun ICU. Selama PPKM tahap 1 dan 2, dan PPKM Mikro tahap 1 dan 2, BOR Isolasi biasa di Jatim telah berhasil turun dari 79 persen menjadi 29 persen. BOR ICU juga telah berhasil turun dari 72 persen menjadi 49 persen. Artinya, keterisian rumah sakit di Jawa Timur sudah sesuai syarat dari World Health Organization (WHO) yakni dibawah 60 persen.


Di sisi lain, berdasarkan data nasional per tanggal 27 Maret 2021 kasus Covid-19 terdapat 275 konfirmasi kasus positif baru dan 303 kasus konfirmasi sembuh. Dengan jumlah pasien dirawat 2.064 orang dari total kumulatif 138. 449 orang atau 1,49 persen. Sementara angka kumulatif kesembuhan di Jatim sebesar 91,42 persen dan angka kematian sebesar 7,09 persen. (mus/jay)

Editor : Administrator